Korban sengatan tawon, Haryanto, 32, tergolak lemas dengan selang oksigen di hidungnya di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, Sabtu (3/2/2018). (Istimewa/Agus Subagyo/Pemerintah Kecamatan Kalijambe) Korban sengatan tawon, Haryanto, 32, tergolak lemas dengan selang oksigen di hidungnya di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, Sabtu (3/2/2018). (Istimewa/Agus Subagyo/Pemerintah Kecamatan Kalijambe)
Minggu, 4 Februari 2018 09:45 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Tukang Kayu Dirawat Intensif di RSUD Sragen Usai Disengat Tawon

Pemuda Sragen dilarikan ke RS setelah disengat tawon.

Solopos.com, SRAGEN — Gara-gara dikeroyok puluhan ekor tawon jenis kunir, seorang pemuda asal Dukuh Soko RT 004, Desa Tegalombo, Kalijambe, Sragen, Haryanto, 32, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, Sabtu (3/2/2018). Haryanto yang bekerja sebagai tukang kayu dirawat intensif di RSUD Sragen.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo, menjelaskan peristiwa sengatan tawon itu terjadi pada pukul 12.00 WIB. Saat itu, jelas dia, Haryanto membenahi genting yang bocor dengan cara naik ke atap.

Namun Haryanto tidak sadar bila di bawah genting yang bocor itu ada sarang tawon berukuran besar.

“Saat korban mengambil genting itu, tiba-tiba puluhan tawon di sarang itu keluar dan langsung menyerang korban. Sekujur tubuhnya penuh sengatan tawon. Korban turun dan berlari menyelamatkat diri. Supaya terhindar dari keroyoan tawon tersebut, ia berendam di bak mandi berisi banyak air,” ujarnya.

Setelah tawon pergi, Haryanto mulai keluar dari air dan merasakan kesakitan yang luar biasa akibat banyak sengatan berbisa di tubuhnya. Ia langsung dibawa ke IGD RSUD dr. Soeratno Gemolong.

Kejadian tersebut disaksikan dua warga setempat, yakni Suramin, 58, dan Joko, 40. “Tim BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] langsung memusnakan sarang tawon itu pada Sabtu sore. Persoalan itu sudah dilaporkan ke Bupati,” ujar dia.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…