Peserta Pit-pitan Ing Jalan Tol meninggalkan garis start di Jalan Tol Solo-Ngawi, Sawahan, Boyolali, Minggu (4/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 4 Februari 2018 20:30 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Sensasi Bersepeda di Tol Solo-Ngawi, Mumpung Belum Beroperasi...

Ada sensasi tersendiri ketika bersepeda santai di jalan tol. Itulah rasanya gowes di Tol Solo-Ngawi.

Solopos.com, BOYOLALI — Penyelenggaraan pit-pitan atau sepeda santai di jalan tol jarang dilakukan. Karena itu ketika PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) bekerja sama dengan Solopro bertajuk Pit-pitan Ing Dalam Tol Solo-Ngawi, Minggu (4/2/2018), warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang.

Salah satu peminat sepeda santai ini adalah Yadi, 56, warga dari Kudus. “Kami mengikuti pit-pitan karena kegiatan dilaksanakan di jalan tol. Ini menarik, mumpung tol belum difungsikan kami serombongan ngluruk ke sini,” ujar dia seusai merampungkan gowes 50 kilometer dari Sawahan sampai Pungkruk, Sragen, bolak-balik.

Menurut warga Purwosari, Kudus ini dia datang bersama sembilan orang lainnya yang tiba di Solo pada Sabtu atau sehari sebelumnya. Karena asal mereka cukup jauh dari lokasi penyelenggaraan, mereka datang lebih awal dan menginap di salah satu rumah temannya di Tasikmadu, Karanganyar.

Sementara itu, salah seorang peserta lainnya, Suparman, 60, warga Baron, Laweyan, Solo, mengatakan dia bersama 10 orang temannya tertarik mengikuti pit-pitan karena biaya pendaftaran yang murah, hanya Rp10.000 per orang. “Saya sudah sering mengikuti pit-pitan seperti ini. Kerena itu ketika ada penyelenggaraan di tol ini saya ikut,” ujar dia.

Dalam sepeda santai ini, dia ikut yang menempuh jarak 20 kilometer. Pasalnya, panitia sudah menutup pendaftaran untuk kuota peserta yang mengikuti jarak tempuh 50 kilometer.

Sebenarnya dia mengaku masih kuat menempuh jarak 50 kilometer. Sebab dia mengaku rutin bersepeda dengan kelompoknya setidaknya setiap pekan. Bahkan dia mengaku masih kuat bersepeda sampai ke Gunungkidul, DIY.

Direktur PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayato, mengatakan jumlah peserta yang terdaftar sedikitnya 2.000 peserta. Dia berharap event ini mampu menjadi sosialisasi efektif keberadaan tol yang belum diresmikan ini.

Pada bagian lain, suasana pit-pitan di tol Solo-Kertosono dari Sawahan, Ngemplak, Boyolali sampai Pungkruk, Sragen. kemarin berjalan relatif lancar. Kendati saat diberangkatkan kabut tebal menyelimuti jalan tol, peserta tetap bersemangat.

Peserta yang berhasil menyelesaikan sampai tempat tujuan diberi gelang sebagai tanda sampai tujuan dan medali. Selanjutnya mereka yang sampai di garis finis langsung menukarkan kupon yang mereka punyai dengan konsumsi.

Sambil menikmati hiburan dangdut, mereka juga menunggu undian yang menyediakan sejumlah hadiah menarik di antaranya sepeda motor Yamaha Mio S, sepeda gunung, kulkas, televisi, mesin cuci, handphone dan sebagainya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…