Stefano Lilipaly (Instagram/@stefanolilipaly)
Minggu, 4 Februari 2018 22:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Lilipaly Tak Incar Gelar Top Scorer

Piala Presiden 2018 diwarnai dengan Stefano Lilipaly yang menjadi top scorer sementara.

Solopos.com, KARANGANYAR — Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly, mengaku tak berminat meraih gelar top scorer Piala Presiden 2018 jika timnya gagal meraih juara.

Sang pemain memang digadang-gadang menjadi pencetak gol terbanyak karena masih memimpin daftar top scorer sementara dengan lima gol. Satu golnya ke gawang Madura United di babak perempat final membawanya mengungguli Greg Nwokolo (Madura United) yang mencatat empat gol.

Ditemui Solopos.com di Lor In Hotel, Minggu (4/2/2018), pemain 28 tahun ini mengakui dirinya berpeluang meraih top scorer di Piala Presiden edisi tahun ini. Rekan-rekannya di Bali United pun mendukungnya untuk menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. Namun pemain yang akrab disapa Fano itu malah menyebut gelar top scorer tak penting baginya.

Sebagai informasi, posisi Fano sebagai top scorer masih terancam dengan Marko Simic (Persija) dan Fernando Rodriguez (Mitra Kukar) yang telah mencetak tiga gol. “Memang saya bisa saja meraih itu, teman-teman juga siap membantu. Namun bagi saya itu tidak begitu penting, terpenting tim bisa masuk final dan meraih juara,” ujar Lilipaly.

Gelandang Timnas Indonesia ini tak akan mengotot mengambil penalti jika Bali United mendapat kesempatan itu di babak selanjutnya. Dia mengatakan Laskar Tridatu banyak memiliki eksekutor penalti yang baik seperti Ilja Spasojevic. Adapun dua gol terakhir Lilipaly semuanya terjadi lewat titik penalti, yakni saat mengalahkan Persija 3-2 dan menyingkirkan Madura United di perempat final, Sabtu (3/2) lalu.

Tiga gol lain diborong eks pemain Telstar itu saat Laskar Tridatu membenamkan Borneo FC di laga perdana fase grup Piala Presiden 2018. “Spaso boleh saja ambil penalti, saya tidak peduli,” tutur eks pemain Timnas Belanda U-18 itu.

Disinggung lawan yang bakal dihadapi Bali United di semifinal, dia menilai Arema FC dan Sriwijaya FC sama beratnya. Namun dia optimistis Laskar Tridatu punya kualitas yang baik untuk mengalahkan kedua tim itu. Laga Arema FC versus Sriwijaya FC baru berlangsung Minggu (4/2/2018) malam WIB. “Saya tidak masalah mau lawan siapa. Kami hanya perlu fokus pada diri sendiri,” ucap pemain kelahiran Arnhem, Belanda ini.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…