Tentara anggota Kodim 0716/Demak mengikuti pelatihan tata kelola pertanian, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa- Kodim Demak) Tentara anggota Kodim 0716/Demak mengikuti pelatihan tata kelola pertanian, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa- Kodim Demak)
Minggu, 4 Februari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PERTANIAN JATENG
Tentara Demak Berlatih Kelola Pertanian

Pertanian di Demak, Jateng diklaim Kodim 0716 berhasil dengan pendampingan anggota TNI.

Solopos.com, DEMAK — Tentara anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0716/Demak, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018), mendapatkan pelatihan tata kelola pertanian. Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf. Abi Kusnianto mengklaim pelatihan itu digelar agar anggota TNI bisa ikut mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Dandim Abi Kusnianto mengakui dengan bekal pengetahuan pertanian itu, tentara anggotanya bakal diminta melakukan monitoring control terhadap sistem manajemen tata kelola budi daya pertanian. Menurutnya, cara itu nantinya bisa bermuara ke semakin cerdas dan berkualitas petani Demak, Jateng.

Monitoring control yang disebutnya juga sebagai pendampingan petani itu, diklaim Letkol Abi Kusnianto sebagai salah satu peran TNI dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. “Setidaknya, kami bisa turut berperan dalam mewujudkan petani cerdas, berkualitas, sejahtera dan membangun harkat serta martabat pertanian Kabupaten Demak menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan tentang ilmu pertanian yang diselenggarakan di aula Kodim Demak itu, diikuti sekitar 80 personel dari beberapa Koramil. Selain mendapatkan materi ceramah, para tentara peserta diklat tersebut juga dijadwalkan mengunjungi lahan petani untuk melakukan interaksi dengan petani.

Diklaim Abi Kusnianto, jajaran Kodim Demak selama ini rajin mendampingi petani di Kabupaten Demak dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. Pada pertengahan Januari 2018, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Mranggen juga turut membantu petani di Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen melakukan panen jagung.

Hal tersebut, menurutnya merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah daerah dan dukungan tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan. Program ketahanan pangan yang digalakan pemerintah tidak hanya tanaman padi, melainkan ada komoditas lainnya, seperti jagung dan kedelai.

Sebelumnya, lanjut dia, ketika petani menanam padi, babinsa di bawah Kodim 0716/Demak juga turut membantu. Bantuan serupa, kata dia, juga diberikan babinsa saat pengolahan lahan, pembibitan, perawatan, hingga penjualan. Pendampingan yang dilakukan tentara, menurutnya terus dilakukan hingga petani meraih hasil optimal atas lahan pertanian mereka.

Karena itulah, katanya, TNI melalui babinsa di tingkat desa dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani demi menanam ketiga sumber makanan pokok tersebut. Dandim Abi Kusnianto meyakini pendampingan tentara terhadap petani bisa mendongkrak produktivitas hasil pertanian serta mewujudkan petani berkualitas dan peningkatan ketahanan menuju kedaulatan pangan nasional.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…