Ilustrasi banjir akibat tingginya curah hujan. (Article.wn.com) Ilustrasi banjir akibat tingginya curah hujan. (Article.wn.com)
Minggu, 4 Februari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Penghujan 2018 Masuki Puncak, BMKG Prakirakan Jateng Hujan Siang-Malam

Penghujan 2018 disebut BMKG memasuki fase puncak sehingga Jateng dimungkinkan bakal didera hujan siang hingga malam.

Solopos.com, SEMARANG— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi pada siang hingga malam saat puncak musim penghujan 2018 ini.

“Saat ini sudah masuk puncak musim penghujan, diprakirakan sampai pertenganhan Februari,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, di Kota Semarang, Kamis (1/2/2018).

Ia menjelaskan bahwa saat puncak musim penghujan seperti ini, hujan diperkirakan turun pada siang hingga malam. Puncak musim penghujan itu terjadi merata di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat mewaspadai meningkatnya intensitas hujan pada beberapa waktu terakhir ini. Ia mengungkapkan peringatan tentang peningkatan intensitas hujan telah disampaikan secara berkala oleh BMKG di seluruh wikayah.

“Kami juga mengeluarkan peringatan jika diprakirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi,” kata dia. Dalam peringatan yang disampaikan itu, BMKG juga menjelaskan tentang perkiraan lamanya durasi hujan yang akan terjadi.

Di Cilacap, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengungkapkan masih adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sebagian wilayah Jateng. Menurut dia, potensi terjadinya cuaca buruk tersebut masih dipengaruhi oleh pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Sumatera dan Australia bagian utara, pertemuan angin di sebelah Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, serta beberapa gangguan lainnya.

Meski demikian, imbuh dia, tinggi gelombang yang terjadi di lautan tidak setinggi beberapa hari sebelumnya yang sempat mencapai 4 m atau lebih. “Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 2,5 m-3 m akibat pengaruh kecepatan angin. Apalagi sekarang sedang berlangsung musim angin timuran,” katanya.

Meskipun gelombang tidak setinggi beberapa hari sebelumnya, dia mengimbau nelayan tradisional untuk tetap berhati-hati saat melaut untuk mencari ikan karena tinggi gelombang 3 meter itu berbahaya bagi kapal berukuran kecil.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…