Pengasuh Ponpes Al Muayyad, Mohamad Dian Nafi (kiri), memimpin doa bersama yang digelar Pemkot Solo di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Pengasuh Ponpes Al Muayyad, Mohamad Dian Nafi' (kiri), memimpin doa bersama yang digelar Pemkot Solo di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Minggu, 4 Februari 2018 15:30 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Pemkot Solo Minta Anak Yatim Doakan Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Lancar

Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo segera dimulai.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah kota (Pemkot) Solo memastikan prosesi peletakan batu pertama Masjid Taman Sriwedari dilaksanakan pada Senin (5/2/2018).

Sehari menjelang acara tersebut, Pemkot Solo menggelar zikir bersama di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Minggu (4/2/2018). “Kami tetap akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Taman Sriwedari Senin besok meskipun ada isu penolakan,” ujar Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Achmad Purnomo, Minggu.

Menurut Purnomo, acara peletakan batu pertama Masjid Taman Sriwedari rencananya dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebelum acara peletakan batu pertama dimulai ada tiga rangkaian acara, yakni zikir bersama ratusan anak yatim Minggu pagi, pengajian akbar Minggu malam pukul 19.30 WIB, dan peletakan batu pertama Senin pagi.

“Kami mengundang 200 anak yatim di Solo untuk mengikuti zikir bersama di lokasi yang akan dibangun Masjid Taman Sriwedari. Pemkot meminta didoakan oleh anak yatim agar proses pembangunan Masjid Taman Sriwedari berjalan lancar,” kata Purnomo yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo.

Ia menyakini kekuatan doa yang dibaca dari anak yatim bisa membantu Pemkot Solo dan panitia dalam menyelesaikan pembangunan Masjid Taman Sriwedari. Pemkot dalam acara zikir bersama anak yatim ini menghadirkan pengasuh Ponpes Al Muayyad, Mohamad Dian Nafi’, untuk memimpin doa.

Pemkot Solo, lanjut dia, memastikan semua persoalan yang sebelumnya menganjal pelaksanaan pembangunan Taman Masjid Sriwedari sudah selesai. Tanah yang dijadikan pembangunan masjid sudah menjadi milik Pemkot Solo.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, mengungkapkan pembangunan Masjid Taman Sriwedari mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan masjid ini. Masjid ini akan menjadi simbol kerukunan umat beragama di Kota Solo,” kata dia.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…