garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Minggu, 4 Februari 2018 23:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Mabuk Berat, Gadis Muda Karanganyar Tergeletak di Jalan

Seorang perempuan muda tergeletak di jalan di Jatiyoso, Karanganyar, dalam kondisi mabuk berat.

Solopos.com, KARANGANYAR — Warga Dusun Wates, Desa Jatisawit, Jatiyoso, Karanganyar, kaget dengan penemuan perempuan tergeletak di tepi jalan desa pada Sabtu (3/2/2018) pukul 21.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, perempuan itu bernama T, 20, warga Ploso, Jumapolo, Karanganyar. Warga yang melihat perempuan itu tergeletak di tepi jalan kemudian membawanya ke Puskesmas Jatiyoso. T mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan.

Informasi yang beredar, T ditemukan dalam kondisi mabuk diduga karena minum minuman beralkohol. Saat itu, T tidak sadarkan diri dan tergeletak di tepi jalan. Warga melaporkan kejadian kepada anggota Polsek Jatiyoso. Anggota berupaya mendapatkan identitas perempuan.

“Anggota mengecek keadaan wanita itu. Kondisinya mabuk. Dibawa ke puskesmas. Setelah di puskemas sadar dan ditanyai. Dia menyampaikan identitas, seperti nama, alamat, nama orang tua, dan lain-lain,” kata Kapolsek Jatiyoso, AKP Murtiyoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (4/2/2018).

Polisi menghubungi keluarga T. Saat berada di puskesmas, T menceritakan bahwa dia menongkrong bersama dua teman perempuannya, P dan D. Saat berkumpul bersama teman-temannya itu, mereka diduga mengonsumsi minuman beralkohol di salah satu warung setempat.

“Mereka pulang berboncengan tiga. Melewati dusun itu. Sampai area persawahan, T ini diduga ditinggal teman-temannya. Dia berusaha jalan ke arah pekampungan dan pingsan di jalan. Lalu ditolong warga,” ungkap dia.

Anggota Polsek Jatiyoso mengantar T pulang ke rumah. Murtiyoko mengimbau orang tua yang memiliki anak agar waspada dan lebih telaten mengawasi anak-anak. “Kembali lagi kepada peran orang tua. Kami harap orang tua lebih cerewet mengawasi anak-anak. Siapa teman mereka dan lain-lain. Supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.”

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…