Ilustrasi penyidik KPK (Dok/JIBI/Bisnis)
Minggu, 4 Februari 2018 11:00 WIB JIBI/Solopos/newswire Peristiwa Share :

KPK Sita Sejumlah Dokumen Usai OTT terhadap Bupati Jombang

KPK melakukan OTT terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Solopos.com, JOMBANG — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (NSW) pasca-operasi tangkap tangan (OTT) terhadap orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Dilansir Antara, Minggu (4/2/2018), tim KPK tiba di rumah dinas Bupati Jombang pada Sabtu (3/2/2018) malam sekitar jam 18.30 WIB dengan mengendarai mobil. Kendaraan itu diparkir di halaman pendopo tersebut dan tim langsung masuk ke ruangan.

Tim penyidik memeriksa sejumlah ruangan di pendopo hingga sekitar jam 22.25 WIB. Ada empat petugas keluar dari pendopo. Mereka membawa sejumlah dokumen ketika keluar dari pendopo tersebut.

Sejumlah wartawan yang sudah menunggu di luar pendopo, mencoba untuk mengonfirmasi langsung, namun tim penyidik bungkam. Mereka langsung meninggalkan lokasi.

Petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi juga mengatakan tidak mengetahui dengan pasti kedatangan tim tersebut. Ia juga tidak mengizinkan wartawan untuk masuk bersama-sama ke dalam pendopo.

“Wartawan yang masuk jangan banyak-banyak, bergantian saja,” kata Sutejo, salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga.

Selain memeriksa pendopo, sejumlah pegawai di Kabupaten Jombang juga diperiksa di Mapolres Jombang. Namun, untuk inti dari pemeriksaan belum diketahui dengan pasti.

Sejumlah pegawai yang sudah selesai pemeriksaan juga enggan untuk mengatakan terkait dengan isi pemeriksaan itu. Mereka bungkam dan memilih langsung meninggalkan lokasi mapolres.

Informasinya, tim penyidik KPK juga melakukan penyegelan sejumlah ruangan di Pemkab Jombang.

Sebelumnya, KPK OTT pada Bupati Jombang Nyono Suharli, Sabtu. Ia ditangkap dengan ajudannya. KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan perkara serta status yang bersangkutan.

Ketua KPK Agus Raharjo tidak membantah penangkapan OTT yang dilakukan KPK terhadap pejabat daerah di Jawa Timur itu. Sayangnya Agus masih enggan membeberkan alasan penangkapan orang nomor satu di Jombang tersebut, terkait kasus yang disangkakannya.

“Tunggu konferensi pers besok ya,” kata Agus melalui pesan singkat, Sabtu, seperti dikutip dari Okezone.

Meski tersangka sudah dibawa ke Gedung KPK, Agus menerangkan anggotanya masih melakukan penyidikan atas operasi tangkap tangan tersebut.

“Anak-anak di lapangan kan masih bergerak terus, belum tuntas,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nyono Suharli tiba di Gedung KPK pada Sabtu sekitar pukul 21.15 WIB.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…