Bagas Wisnu, pemilik Nyonthong Coffee saat mengikuti kegiatan festival kopi di Stasiun Tugu belum lama ini. (Foto istimewa) Bagas Wisnu, pemilik Nyonthong Coffee saat mengikuti kegiatan festival kopi di Stasiun Tugu belum lama ini. (Foto istimewa)
Minggu, 4 Februari 2018 11:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KISAH INSPIRATIF
Pria Ini Perkenalkan Cara Diet dengan Kopi

Bagas Wisnu, pemilik Nyonthong Coffee mengajak para pencinta kopi yang ingin berdiet untuk mencoba produknya

Solopos.com, JOGJA– Bagas Wisnu, pemilik Nyonthong Coffee mengajak para pencinta kopi yang ingin berdiet untuk mencoba produknya. Diet aman dengan kopi coba diperkenalkan dan diedukasikan Bagas kepada para pelanggannya.

Ditemui belum lama ini di sebuah acara festival kopi, Bagas mengatakan kopi tidak selalu tentang kenikmatan biji kopi atau cara penyajian. Kopi juga bisa diulik agar lebih mendapatkan manfaat bagi kesehatan.

“Kopi diet ini awalnya dari pengalaman saya yang terkena obesitas tingkat I. Sudah cari beragam cara untuk diet, akhirnya ketemu diet kopi,” ujar Bagas, ditemui Harianjogja.com, baru-baru ini.

Bagas mengungkapkan selama ini banyak orang menghindari kopi, terutama bagi pengidap maag atau asam lambung. Padahal, tidak semua kopi itu berbahaya untuk penderita maag, justru ada kopi yang sangat baik untuk dikonsumsi.

Diakui Bagas, cara mengonsumsi kopi yang dilakukan dia dan kebiasaan masyarakat kurang tepat. Jika dapat dinikmati dengan benar, Bagas mengatakan cita rasa kopi akan semakin nikmat.

“Kalau punya asam lambung atau maag, baiknya mengonsumsi kopi jenis arabika. Tapi untuk diet, tentu saja ada cara yang baik untuk menikmatinya,” ujar laki-laki jebolan sekolah pariwisata ini.

Tak seperti kebanyakan kedai kopi lainnya, Nyonthong Coffee yang berada di Jalan Imogiri Barat Dusun Semail, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul ini mengusung konsep tradisional. Bahkan, tak hanya sebagai tempat nongkrong, beberapa pelanggan banyak yang datang untuk konsultasi diet kopi.

“Kalau ada pelanggan yang datang, saya akan tanya dulu. Mau ngopi untuk kesehatan atau sekadar ngopi saja,” ucap Bagas.

Olahan kopi yang disajikan warung berdesain pendopo ini beragam. Kopi-kopi petani lokal dari berbagai daerah dan berbagai jenis bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau. Jadi tak hanya kopi diet saja, tetapi pelanggan juga bisa menikmati kopi lain dengan harga mulai dari Rp13.000 per cangkir.

Bagas mengatakan rerata pelanggan yang datang untuk ngopi diet masih didominasi laki-laki yang merasa memiliki berat badan berlebih. Di warungnya dia juga menyediakan kopi yang dibuat berdasarkan pesanan untuk pelanggan yang menjalankan diet. Soal harga, Bagas mengaku lebih suka mendiskusikannya dengan pelanggan.

“Kalau mau yang terjangkau tetapi rasa nomor kesekian saya juga ada. Tapi manfaatnya tetap sama. Jika ada yang ingin bisa tetap menikmati cita rasa kopi, sambil diet, tentu harga akan menyesuaikan. Paling murah paketnya ada yang Rp300.000, tetapi semua akan saya obrolkan dengan pelanggan,” ucap Bagas.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…