Ilustrasi persediaan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi persediaan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina. (JIBI/Bisnis/Dok.)
Minggu, 4 Februari 2018 07:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KELANGKAAN BBM
Izin Berlayar Terbit, Pertamina Kirim BBM ke Karimunjawa

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Karimunjawa segera diatasi Pertamina.

Solopos.com, SEMARANG — Krisis atau kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) selama beberapa pekan akan segera berakhir. PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) akhirnya mengirimkan BBM ke pulau yang terletak di tengah-tengah Laut Jawa itu, Sabtu (3/2/2018) dini hari WIB.

Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, menyebutkan pengiriman BBM ke Karimunjawa dilakukan setelah izin berlayar dari Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas turun.

Sebelumnya, KSOP Tanjung Emas melarang kapal pengangkut BBM Pertamina berlayar dengan alasan keamanan menyusul cuaca buruk dan tingginya gelombang laut di perairan Laut Jawa.

“Dengan keluarnya izin dari Syahbandar Tanjung Emas, kami kami langsung mengirimkan 115 kiloliter (kl) BBM yang terdiri dari 65 kl Pertalite, 45 kl Bio Solar, dan 5 kl Dexlite. Kapal berangkat dari Tanjung Emas pada pukul 02.00 WIB atau dini hari tadi,” ujar Andar dalam keterang resmi yang diterima Solopos.com, Sabtu pagi.

Andar menyebutkan waktu tempuh kapal pengangkut BBM ke Karimunjawa itu diperkirakan sekitar 18 jam. Hal itu dikarenakan kapal mengutamakan aspek kehati-hatian dan keamanan produk yang dibawa.

Selain BBM, Pertamina juga telah menambah pasokan elpiji ke Karimunjawa. Elpiji subsidi atau 3 kg bahkan sudah berhasil dikirim ke pelabuhan di Jepara, Jumat (2/2/2018) pagi.

“Kemarin jumat sekitar pukul 05.00 WIB, kami telah berhasil mengirimkan elpiji 3 kg ke Karimunjawa dengan menggunakan Kapal Sumber Makmur. Jumlahnya sekitar 1.500 tabung,” imbuh Andar.

Andar menyebutkan pengiriman BBM dan elpiji ke Karimunjawa sebenarnya sudah direncanakan sejak 10 Januari 2018. Namun, adanya larangan berlayar bagi kapal-kapal dari pihak Syahbandar membuat rencana itu tertunda.

Akan tetapi, seiring membaiknya kondisi cuaca Pertamina pun akhirnya bisa mengirimkan BBM maupun elpiji ke Karimunjawa. Pengiriman elpiji dilakukan dengan menggunakan Kapal Sumber Makmur berkapasitas 14 GT. Sedangkan, pengiriman BBM dengan menggunakan Kapal Salim.

“Jumlah pengiriman [BBM dan elpiji] itu menurut kami lebih dari cukup daripada biasanya. Biasanya kami hanya mengirim 75 kl ke Karimunjawa. Pengiriman dalam jumlah besar ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya konsumsi masyarakat,” beber Andar.

Sementara itu terkait tangki penyimpanan BBM, Pertamina akan mengoptimalkan tangki penimbunan yang ada di SPBU Kompak. Selain itu, Pertamina juga akan memanfaatkan kapal pengangkut BBM sebagai tempat persediaan saat terjadi krisis atau kelangkaan BBM akibat tersendatnya pengiriman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…