Tim SAR bersama sejumlah warga melakukan evakuasi nelayan yang ditemukan meninggal setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam ombak di Pantai Empurancak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jateng, Sabtu (3/2/2018) pukul 07.30 WIB. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-BPBD Jepara) Tim SAR bersama sejumlah warga melakukan evakuasi nelayan yang ditemukan meninggal setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam ombak di Pantai Empurancak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jateng, Sabtu (3/2/2018) pukul 07.30 WIB. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-BPBD Jepara)
Minggu, 4 Februari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KECELAKAAN AIR
Nelayan Hilang di Jepara Ditemukan Tanpa Nyawa

Kecelakaan air yang menyebabkan nelayan warga Jepara hilang di laut berakhir duka.

Solopos.com, JEPARA — Nelayan warga Jepara yang Jumat (2/2/2018) lalu dikabarkan mengalami kecelakaan air dan hilang tenggelam di Pantai Empurancak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Sabtu (3/2/2018).

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Jepara AKP Hendrik Irawan mengungkapkan korban kecelakaan air bernama Saryadi, 50, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara itu ditemukan Sabtu sekitar pukul 07.30 WIB. Atau sekitar sehari-semalam setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dan pecah diterjang ombak.

Penemuan mayat nelayan Jepara tersebut, lanjut dia, berawal ketika ada warga sekitar yang melihat benda yang mengapung di laut dengan jarak kurang lebih 200 m dari bibir pantai. Setelah dipastikan bahwa benda tersebut adalah jasad manusia, selanjutnya saksi melaporkannya ke posko untuk memberitahukan adanya jasad manusia yang mengapung di laut.

Bersama tim Jepara Rescue, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sukarelawan PMI, Bhabinkamtibmas, serta dibantu warga dilakukan evakuasi, dipastikan jasad itu adalah Saryadi yang dinyatakan mengalami kecelakaan dan hilang tenggelam. Jenazah korban, selanjutnya dipemeriksa oleh dokter Puskesmas Mlonggo.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan murni kecelakaan laut,” ujarnya.

Kepala BPBD Jepara Arwin Nor Isdiyanto mengonfirmasi penemuan korban kecelakaan air yang sejak sehari sebelumnya dicari timnya. “Korban juga sudah dibawa ke rumah duka di Desa Karanggondang untuk dimakamkan,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, perahu nelayan yang ditumpangi dua nelayan, Saryadi, 50, dan Sugeng, 35, keduanya warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara melaut dari Perairan Empurancak, Jumat pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 13.00 WIB, kedua korban hendak mendarat, namun pada saat perjalanan pulang sekitar kurang lebih 1 km dari bibir Pantai Empurancak, perahu pecah dan terbalik setelah terhantam ombak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…