Calon penumpang menunggu kedatangan kereta di Stasiun Balapan, Solo, beberapa waktu lalu. Menyusul adanya aturan baru PT KAI mengenai pembatalan tiket dan pengembalian uang tiket, Stasiun Balapan akan membuka loket pelayanan khusus untuk keperluan itu. (JIBI/SOLOPOS/dok) Calon penumpang menunggu kedatangan kereta di Stasiun Solo Balapan, Solo. (JIBI/Solopos/Dok.)
Minggu, 4 Februari 2018 20:00 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Hukum Share :

Kata Porter Solo Balapan, Seseorang Rangkul Bupati Jombang Sambil Berbisik

Seorang porter di Stasiun Solo Balapan mengaku melihat seseorang merangkul pria berkumis diduga Bupati Jombang.

Solopos.com, SOLO — Aktivitas Stasiun Solo Balapan berjalan normal pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terkait kasus suap perizinan pengurusan jabatan di Stasiun Balapan Solo pada Sabtu (3/2/2018) lalu.

Penangkapan tersebut kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku jasa transportasi dan angkut barang di Stasiun Solo Balapan. Berdasarkan penelusuran Solopos.com, beberapa porter mengaku melihat sejumlah petugas diduga KPK tengah menangkap tersangka.

“Saya lihat ada seseorang yang digiring berjalan ke luar stasiun oleh sejumlah orang. Satu orang dengan posisi memvideo. Entah itu apa benar [OTT Bupati Jombang],” ungkap salah satu porter Stasiun Balapan, Winarno, ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (4/2/2018) petang.

Saat itu, Winarno bersama sejumlah porter tengah menunggu pengguna jasa angkut barang. Kondisinya saat itu ramai penumpang yang baru saja turun dari kereta api. Dari sekian banyak penumpang itu, pandangannya langsung tertuju pada salah satu penumpang berkumis diduga Bupati Jombang yang berjalan dengan posisi dirangkul oleh seorang pria berpakaian biasa.

Orang tersebut terlihat merangkul sambil berbisik-bisik berjalan ke arah luar tepat bagian depan gedung Stasiun Solo Balapan. Namun, anehnya, ada satu orang lain yang berjalan mengiringi dengan posisi mengambil gambar.

“Karena tidak biasa itu, makanya saya lihat terus. Tapi tidak tahu ya apakah itu Bupati Jombang atau bukan. Satu orang yang merangkul dan satu memvideo, pakaiannya biasa, bukan seperti petugas,” katanya. Baca juga: Bupati Jombang Ditangkap KPK Saat Tunggu Kereta di Solo Balapan.

Namun demikian, dia tidak mengetahui pasti jam berapa kejadian tersebut. Dia hanya mengingat kejadiannya berkisar antara pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. “Kalau HP [handphone] saya tidak jadul, udah saya video mbak,” kata dia kepada Solopos.com.

Hal senada disampaikan porter lain, Nopa Nirmala yang juga melihat kejadian itu. Namun tidak bisa memastikan apakah itu penangkapan Bupati Jombang atau tidak. “Yang jelas aneh saja, ada orang dirangkul berjalan pelan dan berbisik-bisik,” katanya.

“Tidak ada yang berbeda [aktivitas]. Sama mbak,” timpal sopir Taksi Sahabat, Darsono.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…