Anggota Polresta dan Kodim 0735/Solo berada di rumah terduga teroris Hari Suratno, di Semanggi, Pasar Kliwon,Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Anggota Polresta dan Kodim 0735/Solo berada di rumah terduga teroris Hari Suratno, di Semanggi, Pasar Kliwon,Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Minggu, 4 Februari 2018 15:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Bebas 3 Tahun, Eks Narapidana Terorisme di Semanggi Solo Terciduk Lagi

Seorang eks narapidana terorisme yang tinggal di Semanggi, Solo, kembali diciduk Densus 88 setelah bebas 3 tahun.

Solopos.com, SOLO — Densus 88 Antiteror menangkap Heri Suratno, 50, warga Jl. Banjir Kanal, Kampung Mipitan RT 007/ RW 012, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (4/2/2018). Heri diketahui sebagai eks narapidana kasus terorisme 2009 dan baru keluar tahanan 2015.

Seorang warga, Abdulah, mengatakan Heri Suratno pada 2009 pernah ditangkap Densus 88 di rumahnya karena terlibat sejumlah kasus teror di Solo. Setelah bebas, Heri cenderung diam tanpa alasan hingga akhirnya kembali ditangkap Densus 88 pada Minggu siang.

“Saya sejak kecil sudah kenal dia [Heri]. Orangnya sebenarnya pintar tapi cenderung tertutup,” ujar Abdulah kepada wartawan, Minggu.

Ia menjelaskan istri Heri adalah Siti Khotimah yang mempunyai empat anak. Heri bekerja sebagai penjual roti konde online. Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai, mengonfirmasi Densus 88 menangkap Heri Suratno di jalan sekitar rumah pukul 12.30 WIB.

Di tempat itu, Densus 88 langsung menggeledah rumah mertua Heri di Semanggi. Mertua Heri adalah Ngatino yang kebetulan adalah Ketua RT 007.

“Barang bukti diamankan berupa buku berisikan racikan bahan kimia, KTP, ponsel, baterai, dan stik pemukul. Kami hanya diminta membantu mengamankan lokasi kejadian,” kata dia.

Ditanya terkait jaringan Heri, Andy tidak bisa menjelaskan karena Densus 88 masih melakukan penyelidikan.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…