Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan. (Facebook.com-Yimmy Kurniawan) Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan. (Facebook.com-Yimmy Kurniawan)
Minggu, 4 Februari 2018 13:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AKSI POLISI
Kapolres Salatiga Tantang Pemuda Ini Tendang Kepalanya, Begini Alasannya...

Aksi polisi yang menantang salah seorang pemuda menendang kepalanya bermula dari komentar di Facebook.

Solopos.com, SALATIGA – Kapolres Salatiga AKBP Yimmmy Kurniawan merasa geram terhadap aksi salah seorang warganet yang melontarkan komentar pedas yang ditujukan kepada polisi. Saking geramnya, Yimmy mengaku telah menantang warganet yang diketahui bernama Sulistyono, warga Desa Tolakan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menendang kepalanya.

Komentar pengguna akun Facebook Sulis Celengeng. (Facebook.com)

Komentar pengguna akun Facebook Sulis Celengeng. (Facebook.com)

Bukan tanpa alasan, Sulistyono sebelumnya telah melontarkan komentar pedas yang menyebut polisi pada status warganet lainnya. “Dupaki ae pulisine [Tendang saja polisinya],” tulis Sulistyono menggunakan akun Facebook Sulis Celengeng.

Yimmy mengaku bertemu pemuda tersebut, Kamis (1/2/2018) malam. Saat bertemu Sulistyono, sang Kapolres Salatiga menantang sang pemuda untuk menendang kepalanya, seperti komentar yang telah disematkan melalui akun Facebooknya.

“Semalam [Kamis] alangkah gembira saya, akhirnya saya bisa bertemu dengan adik yang ganteng dan jagian ini. Saya meminta mempertanggungjawabkan komentarnya dan memuaskan hasratnya, saya persilakan mendupak [menendang] saya sebagai seorang polisi sambil mendekatkan kepala saya ke kaki kanannya,” ungkap Yummy melalui akun Facebooknya.

Berdasarkan penjelasan sang Kapolres Salatiga, Sulistyono justru hanya menangis di hadapannya saat ditantang untuk menendang. “Namun alangkah kecewanya saya, yang bersangkutan malah menangis sesenggukan dan mohon untuk tidak proses hukum,” beber Yimmy.

Yimmy kemudian menyatakan bahwa Sulistyono adalah salah satu contoh warganet yang ceroboh dalam berkomentar. “Ternyata adik kita yang ganteng dan jagoan ini tidak pernah berpikir panjang atas konsekuensi dari komentarnya di medsos dan akhirnya menyesal kemudian,” jelas Yimmy.

Sontak kisah unik yang memuat aksi polisi itu ramai diperbincangkan warganet. Tak sedikit yang kemudian membagikan kisah unik yang dipaparkan Yimmy Kurniawan di Facebook itu.

Pujian terhadap aksi polisi di Salatga itu pun ramai dilontarkan netizen. Menururt mereka, Yimmy telah memberikan efek jera terhadap Sulisutyono yang dianggap ceroboh dalam berkomentar di medsos. Warganet berharap tak ada lagi kejadian seperti itu di Salatiga setelah kisah unik itu beredar. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…