Kondisi Pasar Barongan yang atapnya rusak, Selasa (26/12/2017). (Rheisnayu Cyntara) Kondisi Pasar Barongan yang atapnya rusak, Selasa (26/12/2017). (Rheisnayu Cyntara)
Minggu, 4 Februari 2018 07:20 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

2 Pasar di Bantul Ini Mendapat Perhatian Khusus

Pasar Barongan dan Pasar Pundong di Bantul menjadi perhatian khusus Dinas Perdagangan Bantul

Solopos.com, BANTUL – Pasar Barongan dan Pasar Pundong di Bantul menjadi perhatian khusus Dinas Perdagangan Bantul. Namun hingga kini pengajuan dana tak kunjung membuahkan hasil lebih lanjut.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan kondisi pasar tersebut memang sudah memprihatinkan. Dia khawatir jika tidak segera turun dana, pasar tersebut akan ambrol atapnya. “Kami ngajukan hampir Rp43 Miliar untuk tiga pasar itu melalui dana TP, tapi belum ada info lebih lanjut,” kata Subiyanta, Jumat (2/2/2018).

Sebelumnya, ketua APSI Pasar Barongan, Muryanti, mengatakan pasar ini berdiri, belum ada sama sekali renovasi yang dilakukan pada bangunan pasar meskipun beberapa bagian sudah mulai usang.

Seperti atap yang telah bocor di beberapa bagian, warna cat dan tembok yang usang, lantai yang sering becek saat hujan hingga beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti toilet yang harus segera diperbaharui.

Semua itu menurutnya sangat berpengaruh pada kenyamanan pedagang maupun pembeli saat melakukan aktivitas jual beli. “Sore setelah pasar tutup banyak yang keluar masuk, kadang juga kencing sembarangan. Karena nggak ada pagar, kami juga tidak bisa apa-apa,” tutur dia, Selasa (26/12/2017).

Sementara itu, Subiyanta juga mengatakan Pasar Bantul masih butuh dana APBD untuk revitalisasi lantainya yang belum dikeramik.

Tahun ini, Subiyanta mengatakan, terdapat enam pasar yang sudah mendapat kepastian dana alokasi khusus revitalisasi yaitu Pasar Gumulan, Pasar Turi, Pasar Gathak, Pasar Pandak, dan Pasar Mangiran.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…