Pengunjung MGM menikmati simulasi goncangan gempa Gunung Merapi. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Pengunjung MGM menikmati simulasi goncangan gempa Gunung Merapi. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 3 Februari 2018 23:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Warga Hargorejo Tidak Sabar Menunggu Museum Geologi

Warga Hargorejo sudah tidak sabar menunggu Museum Geologi dibangun

Solopos.com, KULONPROGO — Warga Hargorejo Kokap Kulonprogo sudah tidak sabar menunggu Museum Geologi dibangun. Hal itu di ucapkan oleh Kepala Desa Hargorejo dan Ketua LPDP Hargorejo kepada Harian Jogja.

Baca juga : Museum Pertama di Kulonprogo segera Dibangun, Rp600 Juta untuk Pembebasan Lahan

Kepala Desa Hargorejo, Kokap, Adi Purnomo mengungkapkan bahwa masyarakat telah menunggu langkah selanjutnya dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo terkait pembangunan Museum Geologi di bekas Tambang Mangaan. Ditambah masyarakat telah membentuk kelompok kerja dari dua tahun yang lalu.

“Sudah ada Pokdarwis [Kelompok Sadar Wisata] dan Pokja, itu juga sudah ada rapat dari desa, dan itu sudah berjalan dua tahunan,” jelasnya saat ditanya terkait persiapan masyarakat.

Sebagai kepala desa, Adi, mengungkapkan bahwa masyarakat terdampak pembangunan Museum Geologi sudah mau menyerahkan tanah mereka. Dimana tanah seluas 1,600 meter persegi untuk museum dan 8,860 meter persegi untuk kawasan penunjang wisata siap dijual kepada pemerintah.

“Karena tanah pribadi, asal harganya cocok tidak masalah, warga sudah merelakan saat rapat bersama Pokja dan lainnya,” jelasnya.

Begitu juga dengan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Hargorejo, Sri Widodo yang berkata senada dengan Adi. Menurutnya masyarakat telah menanti kehadiran Geopark pertama di DIY jika Tambang Mangan dan sekitarnya dialih fungsikan sebagai tempat edukasi sekaligus pariwata itu.

“Setelah kedatangan Dinas Kebudayaan beberapa hari lalu membuat masyarakat sudah sangat menunggu dan menginginkan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo mengungkapkan tahapan saat ini masih menunggu pengecekan Tambang Mangan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY.

Dinas Kebudayaan telah mengirim juga perwakilan ke BCPB DIY untuk meminta BPCB DIY mengecek dan mengeluarkan sertifikat Kawasan Cagar Budaya untuk  Tambang Mangaan.

“Saya sudah mengirim perwakilan kemarin [Kamis] ke BPCB, untuk meminta BPCB meninjau Tambang Mangaan,”jelasnya.

Untung menambahkan jika sesuai rencana, BCPB DIY akan meninjau tambang penghasil Mangaan Rabu (7/2/2018) mendatang. Hal tersebut harus dilakukan, mengingat Dinas Kebudayaan tidak bisa membangun museum jika Benda Cagar budaya tidak ada di tempat tersebut. Alhasil pembebasan tanah masyarakat yang dianggarkan sebesar Rp600 juta itu juga tidak bisa dilakukan.

“Rabu mendatang, BPCB datang,” ungkap Untung.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…