Siti Badriah (istimewa)
Sabtu, 3 Februari 2018 18:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Siti Badriah Blak-Blakan Soal Tarif Manggung di Acara Kampanye Politik

Sibad menyebut bahwa tawaran acara di luar televisi lah yang lebih besar bayarannya ketimbang on-air di televisi.

Solopos.com, JAKARTA – Kiprah pedangdut cantik Siti Badriah di dunia musik dangdut sudah tidak diragukan lagi. Bahkan Sibad sapaan akrabnya, termasuk dalam jajaran pedangdut yang sukses. Sebut saja singlenya yang berjudul Brondong Tua yang sempat menjadi primadona dalam kancah musik dangdut Tanah Air.

Namun di balik kesuksesannya dalam menapaki karier musik dangdut, ketenaran Sibad nyatanya tak terbilang instan. Bahkan menyanyi dari panggung ke panggung sempat dilakoninya. Meskipun begitu, Sibad memang tak pernah bercita-cita menjadi penyanyi dangdut.

“Awal pertama aku [nyanyi dangdut] dari panggung ke panggung karena Bapak kan punya grup dangdut. Jadi aku mau enggak mau harus denger orangtuaku nyanyi dangdut. Awal-awal aku emang enggak mau jadi penyanyi dangdut,” ungkap Siti Badriah kepada Okezone saat ditemui di kawasan Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut, sang pelantun Aku Kudu Kuat ini sedikit menguak sisi ketika dirinya mantap bernyanyi dari panggung ke panggung. Dara 26 tahun ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dibayar Rp70.000 hingga Rp150.000, itupun sudah ditambah saweran, namun dengan nominal bayaran tersebut malah membuat Sibad bahagia. Ia pun mengaku bahwa tidak melihat jumlah bayarannya lantaran itu merupakan grup sang ayah.

“Kalau sama grup bapak sih kita enggak lihat bayaran ya karena grup sendiri, tapi misalnya kalau lagi sama grup orang, ya kadang melihat kaya dibayar cuma Rp70 ribu terus kaya Rp150 ribu itu udah sama saweran, Uda paling gede juga itu, kayanya gitu sih,” cerita perempuan asal Bekasi ini.

Meski tak ada kesedihan, Sibad agaknya menikmati pekerjaan tersebut. Ia pun kembali menambahkan,” Sedih sih enggak tapi selain aku cari uang, aku juga hobi gitukan.”

Kendati demikian, Sibad sampai sekarang ini tampak lebih berbahagia, lantaran namanya telah dikenal publik, hingga namanya kerap laris dari panggung televisi hingga panggung di luar televisi. Lantas bila dikulik soal honor manggung di acara televisi dan di luar televisi, manakah honor paling besar yang diterima oleh Sibad?

Dengan polosnya Sibad menyebut bahwa tawaran acara di luar televisi lah yang lebih besar bayarannya ketimbang on-air di televisi. Apalagi bila memasuki hari besar seperi Tahun Baru hingga Pilkada justru bayarannya bisa naik dua sampai tiga kali lipat.

“Off air [paling besar bayarannya]. Tergantung acara sih kalau kaya Tahun Baru, Pilkada segala macam, Agustus itu bakal dua sampe tiga kali lipat,” terangnya.

Selain itu, bila datangnya hari besar tersebut, Sibad pun tak menampik bila mematok harga tinggi. Tapi sayang Sibad enggan membocorkan perihal harga manggung tersebut. Ia pun hanya menyebut bahwa bayarannnya masih dalam batas kewajaran.

“Kalau tahun baru sih iya, ada yang mematok harga kaya gitu sih. Enggak tahu, Sibad mah standar lah segitu-segitu aja,” pungkasnya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…