Cheese Cake ala Rira Bakery. (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N) Cheese Cake ala Rira Bakery. (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N)
Sabtu, 3 Februari 2018 13:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Rira Bakery Tawarkan Cheese Cake Tanpa Cream Cheese

Misi Rira untuk menyajikan cheese cake yang lebih ekonomis dirasa cukup berhasil

Solopos.com, SLEMAN-Beberapa kalangan terkadang ragu untuk sekadar mencicipi kelezatan cheese cake karena was-was dengan harganya yang cenderung dianggap mahal. Hal itu lalu menginspirasi Rira untuk menawarkan produk cheese cake yang bisa dinikmati dengan harga lebih terjangkau.

Perempuan bernama lengkap Rira Zahrotul Mujahidah ini mulai menjajal bisnis kuliner sejak pertengahan Agustus 2015. Saat itu, dia sebenarnya hanya ingin mengasah kemampuan sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Boga di UNY. Awalnya ada beberapa jenis kue yang dijual, seperti bolu dan aneka pastry. Dia pun mengaku cukup senang karena bisa belajar sekaligus mengumpulkan uang jajan sendiri.

Di sela kesibukannya mengerjakan tugas akhir, Rira tertarik mempelajari cara membuat cheese cake. “Awalnya cuma asal bikin, coba pakai resepnya orang, terus aku upload. Ternyata ada yang mau beli dan ternyata laku sampai sekarang,” kata Rira kepada Solopos.com, Jumat (2/2/2018).

Rira mengaku sempat kesulitan mendapatkan cream cheese yang merupakan bahan baku utama. Hal itu juga menjadi alasan kenapa hingga sekarang dia memproduksi cheddar cheese cake yang mengandalkan keju cheddar dan susu, bukan cream cheese. Tekstur yang dihasilkan mirip dengan japanese cheese cake.

“Banyak konsumen yang tanya kok bisa tetap enak walau bukan pakai cream cheese. Jadi saya memang pakai keju lebih banyak,” ujar pemilik Rira Bakery yang beralamat di Maguwoharjo, Depok, Sleman ini.

Selain versi reguler, Rira juga melayani pesanan kue ulang tahun dengan cheese cake sebagai dasarannya. Konsumen bisa menentukan desain hiasan kue yang dipesan, mulai dari sekadar beri topping tambahan seperti cokelat, keju, atau selai, hingga dihias dengan krim atau fondant. Harganya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 untuk cheddar cheese cake biasa dan Rp55.000 hingga Rp170.000 untuk kue ulang tahun.

Sejak mulai menjual cheddar cheese cake pada kisaran Mei 2016 hingga sekarang, Rira masih membuat semua kuenya sendiri. Promosi pun hanya dilakukan kepada orang-orang terdekat dan melalui media sosial. Itulah mengapa dia membatasi pesanan sebanyak maksimal empat loyang per hari.

Namun, misi Rira untuk menyajikan cheese cake yang lebih ekonomis dirasa cukup berhasil. Hampir setiap hari selalu ada pesanan. Konsumennya pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga para ibu rumah tangga. “Banyak yang sudah jadi pelanggan dan suka beli, bahkan cuma untuk cemilan di rumah atau disuguhkan ke tamu,” ungkap gadis 23 tahun itu.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…