Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan/Badmintonindonesia.org Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan/Badmintonindonesia.org
Sabtu, 3 Februari 2018 07:30 WIB Raket Share :

INDIA OPEN 2018
Jumpa Kevin/Marcus di Semifinal, Ini Kata Ahsan

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan jumpa Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di semifinal.

Solopos.com, NEW DELHI—Hasil undian ganda putra di India Open 2018 harus mempertemukan dua wakil Indonesia. Unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan berhadapan dengan senior mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di semifinal yang berlangsung di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi, Sabtu (3/2/2018).

Laga ini tentunya akan berlangsung seru. Kevin/Marcus yang belum terkalahkan dalam empat turnamen beruntun, kini tengah menjadi pasangan ganda putra yang ditakuti. Sementara Hendra/Ahsan yang baru saja rujuk, mencoba peruntungan di turnamen internasioanal perdana mereka. (baca: INDIA OPEN 2018 : 4 Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal)

Pertemuan kedua pasangan pernah terjadi sebanyak tiga kali, dua diantaranya dimenangkan Hendra/Ahsan. Pertemuan terakhir terjadi di turnamen Malaysia Open 2016, kala itu Hendra/Ahsan menang straight game dengan skor 21-14, 21-19.

“Sekarang kami yang underdog. Menghadapi Kevin/Marcus harus siap semuanya, fokusnya, tenaganya, pola mainnya, semuanya,” ujar Hendra, dilansir badmintonindonesia.org.

“Kevin/Marcus kan sekarang ranking satu dunia, sedangkan kami nggak punya ranking. Dulu kami pernah menang, kami masih di atas, mereka lagi di bawah. Sekarang kebalikannya. Mereka kan lagi juara terus, belum terkalahkan, jadi bingung nih mau main apa ya?,” canda Ahsan.

Menurutnya, Kevin/Marcus adalah pemain yang cepat serta memiliki tenaga strong. Maka dari itu, Hendra/Ahsan bertekad bisa mengimbangi mereka dengan tetap usaha semaksimal mungkin.

“Kami akan mencoba menikmati permainan, tapi tetap ngotot untuk menang,” jelas Ahsan.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…