Alexis Sanchez (foto: skysports.com) Alexis Sanchez (skysports.com)
Sabtu, 3 Februari 2018 03:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Fase Ketiga Sepak Bola

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (30/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, pencinta sepak bola dan inisiator Sinabung Jazz di Sumatra Utara. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Dunia sepak bola tiba-tiba dihebohkan oleh ”pinangan” dengan ”mahar” selangit untuk Alexis Sanchez. Manchester United, klub papan atas Inggris, memboyong pemain asal Cile tersebut dari Arsenal dengan harga Rp651miliar.

Bagi kacamata awam angka ini tentu hanya ada di media massa alias mimpi pun tidak berani membayangkan uang senilai itu. Hebatnya lagi, pemain single ini akan menerima gaji Rp1,95 triliun selama 4,5 tahun bersama Manchester United. Itu kira-kira setara Rp7,3 miliar per pekan, saya ulangi per pekan.

Sulit dan sangat sulit untuk membandingkan dengan upah mínimum Kota Solo. Duh Gusti, mimpi aja kagak berani deh mendapatkan uang sebesar itu! Solopos sempat menerbitkan ulasan khusus dan membandingkan ribuan siswa yang bisa lenggang kakung ke sekolah dengan gratis dengan dukungan dana senilai tersebut.

Sosok penting di belakang perebuatan pemain sepak bola tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Jose Mourinho, pelatih Manchester United asal Portugal yang meninggalkan jejak emas di semua liga penting di Eropa.

The Special One ini mampu meluluhkan hati  El Nino Maravilla (Bocah Ajaib) dengan iming-iming tambahan, yakni menghadiahkan jersey dengan nomor punggung tujuh. Ini angka keramat yang sekaligus menempatkan diri Alexis sepadan dan sederajat dengan pemain legendaris lainnya seperi David Beckham atau Erick Cantona.

Pada saat yang bersamaan Alexis menyampaikan peringatan bagi jawara utama lapangan hijau bernomor punggung tujuh, CR7, bahwa pesaing anyar telah tiba di medan perang lapangan hijau. Cepat atau lambat CR7 akan mengalami masa pudar. Usia tidak bisa bohong, kata orang tua.

Selanjutnya adalah: Mourinho jeli membaca arah gerak industri sepak bola…

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…