Ratusan bonek menumpang truk tronton melintas di Jl. Ngawi-Sragen, Paldaplang, Ngrampal, Sragen, Sabtu (3/2/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Ratusan bonek menumpang truk tronton melintas di Jl. Ngawi-Sragen, Paldaplang, Ngrampal, Sragen, Sabtu (3/2/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Sabtu, 3 Februari 2018 18:42 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

10.000 Bonek Disweeping, Polisi Sragen Temukan Miras dan Rantai

Sepuluh ribu bonek di Sragen disweeping.

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Polda Jateng, Polres Sragen, dan TNI sebanyak 686 personel menyapu suporter sepakbola asal Surabaya, Malang, dan sekitarnya di sepanjang jalan artileri Sragen mulai dari perbatasan Mantingan Jawa Timur hingga perbatasan Karanganyar, Sabtu (3/2/2018). Sebanyak 10.000 orang bonek dikawal dari Mantingan hingga Grompol Masaran untuk serah terima di perbatasan Sragen-Karanganyar.

Penjelasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Espos, Sabtu siang. Arif sendiri yang memimpin operasi pengamanan bonek bersama Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Jateng Kombes Pol F.X. Bagus.

Pengamanan tersebut dilakukan terhadap suporter Bonek yang bakal menonton laga sepakbola delapan besar Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, yakni Persebaya Surabaya vs PSMS Medan.

“Sebenarnya upaya pengamanan sudah dilakukan sejak Jumat (2/2/2018) siang. Tetapi pada sore harinya, kami mendapat bantuan personel dari Polda Jateng. Setelah apel kami terjun lagi untuk melakukan sweeping bonek mulai dari perbatasan Sragen-Ngawi, Jatim, yakni di Mantingan. Bonek yang di-sweeping dikumpulkan dan diperiksa barang bawaannya. Kami menemukan minuman keras dan rantai besi,” ujar Kapolres.

Kerahkan Pasukan

Selain sweeping, Kapolres juga mengerahkan pasukan untuk menggelar pagar betis di sepanjang jalur Mantingan-Grompol. Sebanyak 686 personel tersebut, terang Arif, terdiri atas satu kompi dari Brimob Polda Jateng, satu kompi dari Polda Jateng, satu kompi dari Kodim 0725/Sragen, dan sisanya sekitar 300 personel dari Polres Sragen.

“Rombongan bonek paling banyak terlihat pada saat Subuh, yakni Sabtu dinihari. Selama bonek itu bersih mereka langsung dikawal hingga ke perbatasan Sragen dan serah terima dengan Karanganyar. Bagi bonek yang membawa miras atau alat lainnya menjadi perhatian kami sementara. Pengamanan kami lakukan sampai Minggu (4/2/2018) besok,” kata Kapolres.

Kapolres mencatat jumlah bonek yang sudah diserahterimakan kepada Polres Karanganyar mencapai 10.000 orang lebih. Bonek-bonek yang tercecer masih disapu oleh anggota Polri hingga Sabtu siang. “Kami siapkan 10 unit truk untuk menyapu bonek-bonek yang tercecer. Mereka kita kawal sampai perbatasan,” imbuhnya.

Beberapa bonek ada yang nekat menumpang truk tronton. Tetapi ada ratusan bonek dinaikan truk dan dikawal mobil vorijder dari Jawa Timur hingga Grompol.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…