Ilustrasi kampung wisata (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Ilustrasi kampung wisata (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Jumat, 2 Februari 2018 15:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA JATENG
Kemenpar Dorong Pembangunan Homestay di Desa Wisata

Wisata di Jawa Tengah (Jateng), pertumbuhannya bakal didukung dengan keberadaan homestay di desa-desa wisata.

Solopos.com, SEMARANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong masyarakat perdesaan membangun penginapan-penginapan atau homestay di daerahnya, terutama yang kerap dikunjungi wisatawan. Dengan adanya homestay, pemerintah berharap tak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan di desa itu, tapi juga perekenomian masyarakat.

“Ini lebih ke community base tourism. Menggerakan komunitas, meningkatkan perekonomian rakyat dengan cara menggerakan [masyarakat] desa. Melalui apa? Ya melalui homestay,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar, Anneke Prasyanti, kepada wartawan seusai menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Amenitas Homestay Joglosemar di Hotel Chanti, Semarang, Kamis (1/2/2018).

Anneke menambahkan dengan adanya homestay, masyarakat desa akan lebih berusaha menggali potensi wisata di daerahnya untuk menarik wisatawan. Mereka akan berusaha membuat wisatawan itu betah tinggal di desanya untuk menikmati berbagai atraksi wisata yang disuguhkan.

“Jadi wisatawan tidak hanya berkunjung terus pulang. Tapi, mereka akan berusaha untuk tinggal lebih lama di kawasan itu. Kalau seperti itu, aktivitas masyarakat desa juga lebih banyak,” beber Anneke.

Anneke mengaku ada sekitar 1.000 desa lebih di kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) yang memiliki potensi wisata unggulan, baik dari segi kuliner, alam, maupun budaya. Desa-desa inilah yang nantinya akan didirikan penginapan-penginapan atau homestay.

“Untuk pemetaannya baru kami lakukan bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat. Tahun ini kami menargetkan ada sekitar 3.500 unit kamar [homestay] yang dibenahi. Dari jumlah itu, sekitar 2,5% merupakan kamar baru,” tutur Anneke.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Prambudi Traju Trisno, mengapresiasi rencana pemerintah dalam menggerakan masyarakat di pedesaan membangun homestay.

Prambudi bahkan mengaku sudah memetakan daerah-daerah mana saja yang nanti perlu didirikan homestay guna meningkatkan sektor pariwisata.

“Kalau kami inginnya homestay itu dibangun di daerah-daerah yang memiliki banyak desa wisata, seperti Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, dan Wonogiri. Dengan adanya homestay itu tentu wisatawan yang berkunjung semakin banyak,” beber Prambudi.

Prambudi menyebutkan hingga tahun 2017 sudah ada sekitar 820 homestay yang dibangun di Jateng. Pada 2018 nanti, pihaknya menargetkan ada penambahan sekitar 5% homestay dari jumlah yang ada saat ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…