Aparat bersama relawan sedang mengevakuasi jenazah Waras yang bunuh diri dengan cara terjun dari menara telekomunikasi, Dusun Sayangan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Jumat (2/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Aparat bersama relawan sedang mengevakuasi jenazah Waras yang bunuh diri dengan cara terjun dari menara telekomunikasi, Dusun Sayangan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Jumat (2/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 2 Februari 2018 15:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Warga Kalibawang Tewas setelah Lompat dari Tower Seluler

Warga Dusun Sayangan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang dikejutkan dengan aksi nekat bunuh diri Waras Sumarsono

Solopos.com, KULONPROGO-Warga Dusun Sayangan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang dikejutkan dengan aksi nekat bunuh diri Waras Sumarsono.

Lelaki 50 tahun dari Dusun Kedondong II, Desa Banjararum itu diketahui melompat dari atas menara operator telekomunikasi dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah korban ditemukan tergeletak di atas ruang generator dengan luka parah di bagian kepala, patah kaki sebelah kiri.

Panit Reskrim Polsek Kalibawang, Iptu Hadi Purwanto mengatakan, dugaan bunuh diri menguat setelah aparat mendengarkan keterangan saksi Tujinah, guru TK di samping menara tersebut.

Saksi melihat ada orang yang memanjat tower, semula saksi mengira orang itu adalah petugas menara, namun kemudian korban terlihat menerjunkan diri.

“Ketika jatuh, kepala korban membentur balok cor semen atap ruang penyimpanan generator. Sehingga bagian kepala terluka parah,” kata dia.

Aparat kepolisian masih belum mengetahui motif di balik tindakan nekat korban dan akan mendalami kejadian tersebut terutama dari pihak korban.

Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, Budi Santoso menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu ia tengah mengambil air minum di dapur, lelaki 49 tahun itu terkejut mendengar suara ledakan keras dari arah luar rumah.

Ia melihat sejumlah guru TK di sebelah menara tersebut sudah berkumpul. Beberapa di antara mereka menunjuk ke arah tubuh yang ada di atas bangunan atau atap generator.

“Ada suara keras seperti ledakan travo, lalu saya naik ke pohon sawo. Ternyata ada tubuh tergeletak di atas bangunan generator menara,” paparnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…