Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mencoba shuttle bus untuk menjemput siswa sekolah pinggiran di halaman SMP Negeri 43 Semarang, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mencoba shuttle bus untuk menjemput siswa sekolah pinggiran di halaman SMP Negeri 43 Semarang, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)
Jumat, 2 Februari 2018 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

TRANSPORTASI SEMARANG
Angkutan Jemput Siswa Sekolah Pinggiran Tambah 4 Bus Mini

Transportasi Semarang kini ditambah dengan empat unit bus mini angkutan jemput siswa sekolah pinggiran kota.

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menyerahkan bantuan sarana transportasi berupa shuttle bus untuk membantu akses siswa yang berada di sekolah-sekolah kawasan pinggiran kota. Wali Kota Hendrar Prihadi sempat mencoba mengemudikan bus mini angkutan jemput siswa sekolah pinggiran kota itu dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin.

“Kami coba bantu untuk sekolah-sekolah yang letaknya di pinggiran Kota Semarang. Harapannya, memudahkan adik-adik untuk bersekolah,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan motivasi kepada siswa-siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 43 Semarang, Kamis (1/2/2018).

Empat bus mini angkutan jemput siswa itu diperuntukkan bagi siswa-siswi yang bersekolah di SMPN 17, SMPN 23, SMPN 31, dan SMPN 43, serta sekolah lainnya yang berdekatan dengan keempat SMP tersebut. Keberadaan shuttle bus itu untuk membantu akses siswa ke sekolah karena sering kali mereka kesulitan memperoleh sarana transportasi untuk menuju sekolah.

“Harapannya, supaya adik-adik nyaman bersekolah dan tidak ada alasan lagi tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar atau tidak ada transportasi menuju sekolah,” katanya.

Menurut dia, shuttle bus itu akan dikelola oleh sekolah masing-masing secara mandiri yang tugasnya menyisir sampai batas angkutan umum terdekat dari sekolah setiap jam masuk dan pulang sekolah. Jadi, simpul orang nomor satu di jajaran Pemkot Semarang itu, armada bus sekolah itu akan menjemput siswa dari batas angkutan umum berhenti setiap pagi dan siangnya mengantarkan siswa ke pangkalan angkutan umum.

“Moda transportasi ini akan kami kembangkan secara bertahap ke sekolah-sekolah sampai tidak ada persoalan mengenai akses transportasi siswa untuk berangkat dan pulang sekolah,” katanya. Dalam waktu dekat, imbuh Wali Kota Hendra Prihadi, akan diluncurkan pula sarana transportasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang khusus untuk pelajar yang rencananya bisa diakses secara gratis.

[Baca juga Disdik Semarang Tambah Angkutan Jemput Siswa]

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan empat shuttle bus untuk siswa sekolah-sekolah di pinggiran kota itu sudah beberapa kali dilakukan, dan pada tahun ini ditambah sebanyak empat unit. “Tahun ini, kami tambah empat unit minibus untuk sekolah di pinggiran, yakni SMPN 17, SMPN 23, SMPN 31, dan SMPN 43 Semarang. Pertimbangannya, lokasi sekolah yang tidak dijangkau angkutan umum,” katanya.

Sekolah pinggiran lainnya yang sudah dibantu shuttle bus semacam itu, terang dia, antara lain SMPN 16, SMPN 17, dan SMPN 20 Semarang yang lokasinya juga tidak dijangkau oleh angkutan umum. Untuk anggaran pengadaan empat unit kendaraan operasional sekolah dengan kapasitas angkut lebih dari 20 penumpang itu, ia menyebutkan total anggarannya sekitar Rp1,72 miliar.

“Kami berharap bisa menambah terus kendaraan operasional seperti ini di sekolah-sekolah pinggiran. Dulu, waktu sekolah menengah atas (SMA) masih dikelola kota juga kami bantu,” kata Bunyamin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…