Ilustrasi (newsinitiative.org)
Jumat, 2 Februari 2018 13:10 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Internet Share :

Telegram Mendadak Hilang dari Perangkat IOS

Tak berselang lama, Durov mengumumkan bahwa Telegram telah kembali ke App Store.

Solopos.com, CUPERTINO – Aplikasi pesan terenkripsi Telegram sempat tidak tersedia untuk diunduh di IOS. Alasannya, Apple telah menghapus layanan tersebut dari App Store setelah menerima keluhan adanya “konten yang tidak pantas” di platform itu.

Dilansir Phone Arena, Jumat (2/2/2018), tidak diketahui apa yang dimaksud dengan “konten yang tidak pantas” tersebut, namun yang pasti konten tersebut telah melanggar pedoman pengembang Apple untuk aplikasi IOS.

Aturan tersebut menyatakan bahwa setiap aplikasi harus memiliki filter dan mekanisme untuk mendeteksi dan melaporkan materi yang tidak pantas, serta alat untuk memblokir pengguna yang mengunggah konten tersebut di aplikasi.

Ketiadaan aplikasi pertama kali diketahui pada Rabu (31/1/2018) ketika orang-orang tidak dapat menemukan Telegram dan Telegram X (aplikasi baru yang diuji di IOS, namun telah resmi di Android) di App Store.

Pengguna kemudian bertanya ke pendiri Telegram Pavel Durov tentang hal tersebut di Twitter.

“Kami diberi tahu oleh Apple bahwa konten yang tidak pantas telah tersedia bagi pengguna kami dan kedua aplikasi tersebut dihapus dari App Store. Begitu kami memiliki perlindungan, kami berharap aplikasi tersebut bisa kembali ke App Store,” tulis @durov.

Kamis (1/2/2018) malam, sekitar pukul 23.00WIB, lewat akun Twitter-nya, Durov mengumumkan bahwa Telegram telah kembali ke App Store.

“Setiap hari ada lebih dari 500.000 pengguna mendownload Telegram untuk Android dan yang lainnya ~ 100.000 mendownload Telegram untuk IOS,” tulis @Durov.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…