Sejumlah polisi berjaga di sekitar lokasi penggerebekan terduga teroris di Desa Bengkal, Kranggan, Temanggung, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Anis Efizudin)
Jumat, 2 Februari 2018 20:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Sempat Diduga Teroris, 2 Orang yang Ditangkap di Temanggung Dibebaskan

Dua orang yang ditangkap di Temanggung dan sempat diduga terlibat terorisme dibebaskan polisi.

Solopos.com, JAKARTA — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror membebaskan dua orang? bernama Zeanal asal Temanggung dan Lukman alias Toro asal Tegal yang ditangkap di Jl. Secang, Temanggung, Kamis (2/2/2018). Namun satu orang lainnya bernama Waluyo alias Ageng sampai kini masih diperiksa secara intensif.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, ?mengakui kedua orang yang sebelumnya ditangkap itu terbukti tidak bersalah setelah diperiksa oleh tim penyidik dan Densus 88 Antiteror. Namun, Iqbal menjelaskan polisi masih memeriksa Waluyo alias Ageng yang juga ditangkap di toko aneka grosir sepatu di Jl. Secang, Temanggung.

“Kami sudah membebaskan dua orang karena tidak terkait sama sakali dengan jaringan teroris. Tetapi yang lainnya masih kami dalami,” tuturnya, Jumat ?(2/2/2018).

Polisi masih memiliki waktu 7 x 24 jam untuk mendalami peran Waluyo. Dia mengimbau agar masyarakat tetap bersabar dan menunggu seluruh hasil pemeriksaan dari tim penyidik dan Densus 88. “Mohon bersabar. Berikan waktu kepada tim penyidik dan Densus 88 untuk mendalami pemeriksaan,” katanya.

?Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap tiga orang bernama Waluyo alias Ageng, Lukman alias Toro asal Tegal, serta Zaenal secara bersamaan saat berada di toko grosir sepatu itu.

Dari tangan para terduga teroris tersebut, tim Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua unit ponsel, enam buah flashdisk, dua buah buku dan majalah serta uang tunai sebesar Rp28 juta.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…