Albus Dumbledore (VersusBattle.com) Albus Dumbledore (VersusBattle.com)
Jumat, 2 Februari 2018 13:45 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Layar Share :

Sekuel Fantastic Beasts Bakal Ungkap Sosok Dumbledore Sebagai Seorang Gay?

Sekuel itu tidak akan secara eksplisit mengungkapkan orientasi seksual Dumbledore.

Solopos.com, LONDON – Tampaknya penggemar Harry Potter tidak akan melihat eksplorasi dari seksualitas Albus Dumbledore dalam sekuel Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald. Meski pengarangnya sendiri, J.K. Rowling, telah mengungkapkan bahwa penyihir legendaris itu seorang gay, sutradara David Yates mengonfirmasi aspek itu tidak akan ditampilkan dalam sekuel Fantastic Beast.

Dilansir Ace Showbiz, Kamis (1/2/2018), berbicara pada Entertainment Weekly, Yates mengatakan sekuel itu, tidak akan “secara eksplisit” mengungkapkan orientasi seksual Dumbledore.

Tidak secara eksplisit, kata sutradara itu, sebelum menambahkan, “Tapi saya kira semua penggemarnya sudah tahu. Dia punya hubungan yang erat dengan Grindelwald saat muda. Mereka saling jatuh cinta pada pemikiran dan ideologi masing-masing.”

Yates kemudian mengungkapkan lebih jauh seperti apa Dumbledore nanti di film kedua Fantastic Beast. “Dia bukan orang yang konvensional, pemberontak dan guru yang menginspirasi di Hogwarts,” tutur Yates mengenai karakter yang diperankan Jude Law.

“Dia jenaka dan sedikit nyentrik. Dia bukanlah orang yang seperti negarawan paruh baya. Dia adalah pria kinetik. Berlawanan dengan Johnny Depp sebagai Grindelwald, mereka adalah pasangan yang luar biasa.”

Dua tahun lalu, Rowling mengatakan dalam konferensi pers, tidak bisa mengungkapkan semua yang dia ingin karena ini adalah kisah yang terbagi jadi lima jadi banyak hubungan-hubungan yang masih jadi rahasia. “Kalian akan melihat Dumbledore saat masih muda dan banyak membuat onar,” katanya.

The Crimes of Grindelwald akan tayang pada 16 November di AS.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…