Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menurunkan sejumlah reklame di Jalan Seturan, Desa Caturtunggal, Depok, pada Jumat (2/2/2018). (Foto istimewa) Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menurunkan sejumlah reklame di Jalan Seturan, Desa Caturtunggal, Depok, pada Jumat (2/2/2018). (Foto istimewa)
Jumat, 2 Februari 2018 19:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Reklame di Trotoar Jalan Seturan Ditertibkan Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menertibkan reklame ilegal di Jalan Seturan, Desa Caturtunggal, Depok

Solopos.com, SLEMAN–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menertibkan reklame ilegal di Jalan Seturan, Desa Caturtunggal, Depok. Puluhan hingga ratusan reklame diketahui melanggar aturan karena dipasang di tengah trotoar.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Sleman, Dedi Widiyanto mengatakan reklame ilegal yang berada di Jalan Seturan dipasang di tengah trotoar tepat di tanda pejalan kaki untuk tuna netra.

Oleh karena itu, reklame tersebut dinilai melanggar Peraturan Bupati (Perbub) nomor 53/2015 tentang reklame dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 14/2003 tentang lokasi-lokasi yang dilarang untuk reklame.

Untuk itu, Pihaknya pun langsung melakukan tindakan dengan menurunkan seluruh reklame yang dianggap telah melanggar aturan.”Yang jelas secara faktual sudah kami tindaklanjuti karena ini [trotoar] untuk jalur difabel, bukan untuk reklame,” kata dia, Jumat (2/2/2018).

Selain mencopot reklame, Satpol PP juga akan melakukan tindakan dengan membawa kasus tersebut ke meja hijau. Berdasarkan Perbub dan Perda tentang reklame, apabila terbukti bersalah di pengadilan, maka dapat dikenai kurungan penjara selama tiga bulan dan denda Rp50 juta.

Di sisi lain, Dedi juga turut mengapresiasi adanya partisipasi masyarakat yang mengunggah foto reklame liar ke media sosial. Langkah tersebut dianggap sebagai kontrol sosial, dan turut membantu pihaknya dalam melakukan pengawasan di lapangan.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Orang Gila Gaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (13/2/2018). Esai ini karya Fajar S. Pramono, peminat isu sosial ekonomi dan alumnus Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Belum hilang dari ingatan kita kasus penganiayaan atas diri…