Peresmian prototipe sistem pengolahan air menggunakan tenaga surya di dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Kamis (1/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Peresmian prototipe sistem pengolahan air menggunakan tenaga surya di dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Kamis (1/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Jumat, 2 Februari 2018 18:21 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pompa Air Tenaga Surya Penuhi Kebutuhan Air 321 Keluarga di Gunungkidul

Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) resmikan Instalasi Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), dan Instalasi Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS)

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) resmikan Instalasi Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM), dan Instalasi Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS) di dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Kamis (1/2).

Mentri Kemenristekdikti, Mohamad Nasir mengatakan pembangunan tersebut merupakan solusi sulitnya air.

“Ini jalan keluar untuk masyarakat sudah 10 tahun lebih ada tower tapi tidak bisa dimanfaatkan. Bapak Gubernur DIY 1,5 tahun lalu menyampaikan masalah ini. Akhirnya saat ini dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dapat menyelesaikan ini,” ujarnya, Kamis (1/2/2018).

Dia berharap nantinya masyarakat dapat merawat dengan baik SPAM dan SPATS tersebut, sehingga tidak rusak dan dapat dimanfaatkan terus. Nasir juga mengharapkan Kementrian Desa (Kemendes) bisa membuat Bumdes untuk perawatan tersebut.

Nantinya juga sumber air tersebut dapat mendorong sektor lain seperti pertanian, peternakan, perikanan sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X, yang diwakili Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengucapkan terimakasih kepada Kemenristekdikti untuk mengurangi permasalahan khusunya masalah air bersih.

“Air elemen yang sangat penting sangat signifikan dan vital tidak dapat dipisahkan dengan makhluk hidup sehari hari. Sangat penting bagi masyarakat mengingat ketersediaan air masih terbatas di daerah ini. Jadi sangat membantu sekali SPAM dan SPATS ini,” ujarnya.

Harapannya dengan bantuan tersebut. Warga tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih, atau membayarnya dengan harga yang mahal. Dia berharap bantuan tersebut dapat dioptimalkan dan dirawat sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik sampai anak cucu.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan sebenarnya Gunungkidul memiliki sumber air yang melimpah. “Kami sebenarnya memiliki sumber air yang melimpah, namun belum memiliki teknologi untuk memanfaatkan atau mengangkat air tersebut,” ujarnya.

Dia berharap daerah Temuireng menjadi contoh dan direplikasi ke desa lain untuk mengatasi permasalahan kurangnya air bersih. Dia juga mengharapkan nantinya ada kepengurusan yang menangani baik dalam perawatan, pengelolaan maupun keuangan.

Prototipe yang merupakan hasil riset bersama antara BPPT, Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) melalui Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) Kementrian Ristekdikti dapat memenuhi warga.

Dikatakan peneliti BPPT, As Natio Lasman, saat ini masyarakat masih banyak yang mengandalkan dua sumber. “Pertama dengan tadah hujan lalu beli kalau kemarau. Dengan iniĀ  setidaknya menghasilkan 80 meter kubik perhari dan dapat memenuhi 321 KK,” ujarnya.

Subsitem pengolahan air yang dilakukan pihak UPN, menjadikan kualitas air yang dialirkan ke Temuireng menjadi layak konsumsi dan higenis. Kualitas suplai air baku ke Temuireng yang berasal dari Baron dan Ngobaran melampaui ambang batas persyaratan maksimum 50 CFU per 100ml.

Dari hasil analisa di musim curah hujan tinggi, suplai air baku mengandung bakteri E-Coli 9.000 per 100ml dan total bakteri Coliform 28.000 per 100ml, pada musim curah hujan sedang didapati total coliform 4.000 per 100ml. Sedangkan pada musim kemarau total coliform berkisar 400 per 100ml. Sub sistem pegolahan air tersebut menggunakan tawas maupun biji kelor serta proses olahan dengan destilasi percik.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…