Ketua PC NU Jepara. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq (dua dari kanan), saat menerima kunjungan bakal calon wakil gubernur, Ida Fauziyah, di Kantor PCNU Jepara, Kamis (1/2/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-tim media Sudirman Said)
Jumat, 2 Februari 2018 04:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Ketua NU Jepara Minta Nahdliyin Dukung Kader di Pilgub Jateng

Pilkada 2018 diwarnai pergerakan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam mencari dukungan massa Nahdlatul Ulama (NU).

Solopos.com, SEMARANG – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara, K.H. Hayatun Abdullah Hadziq, mengimbau nahdliyin–sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama–untuk memberikan dukungan kepada kader organisasi kemasyarakatan (ormas) itu sendiri dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Hal itu disampaikan Gus Hayat, sapaan K.H. Hayatun Abdullah Hadziq, saat bersilaturahmi dengan bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah di Kantor PCNU Jepara, Kamis (1/2/2018).

Menurut Gus Hayat saat ada kader NU yang maju dalam pilkada, dan calon tersebut berkomitmen kepada NU maka calon tersebut harus didukung. “Wakafkan suaramu untuk politik NU,” tutur Gus Hayat sebagaimana dikutip dalam siaran pers dari tim media Sudirman Said, Kamis petang.

Ida Fauziyah merupakan kader NU. Perempuan asal Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) itu bahkan pernah menjabat sebagai ketua umum Fatayat, organisasi perempuan NU. Saat ini, Ida juga tercatat sebagai Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU.

Gus Hayat mengaku dirinya sudah sering mengatakan hal semacam itu kepada nahdliyin Jepara. “Kita butuh politik karena ada DPR, gubernur, maupun Presiden. Yang penting tidak merusak NU,” katanya.

Dalam pertemuan di Jepara, selain pengurus PCNU, hadir pula sejumlah fungsionaris badan otonom NU, seperti pengurus Fatayat, Muslimat, Ansor, hingga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Sementara itu, Ida Fauziyah mengatakan, sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dirinya berangkat dari kantor PW NU Jateng. “Tentu saya juga harus mendatangi pengurus maupun nahdliyin yang ada di daerah-daerah,” jelasnya.

Baginya, silaturahmi menjadi sebuah amunisi yang kuat dalam upayanya mengabdi untuk Jateng. “Silaturahmi ini juga membawa berkah tersendiri,” tuturnya.

Ida mengaku aktif di NU sejak kepengurusan anak cabang, cabang, wilayah, hingga pusat. “Setelah dari Fatayat, saat ini saya mengemban tugas sebagai Ketua LKK PBNU,” tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…