Pelatih PSMS Medan Djadjang Nurjaman (kanan) berfoto bersama pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera di sesi jumpa pers di Hotel Alana, Jumat (2/2/2018). (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
Jumat, 2 Februari 2018 20:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Lawan Persebaya, PSMS Medan Bertekad Balas Dendam

Piala Presiden 2018 akan menyajikan duel Persebaya vs PSMS.

Solopos.com, SOLO — Kekalahan PSMS Medan dari Persebaya Surabaya di babak final Liga 2 musim lalu masih membekas di benak Djadjang Nurjaman. Saat kedua tim bertemu di babak delapan besar Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/2/2018), pelatih yang akrab disapa Djanur itu pun mengusung misi balas dendam.

“Bisa dibilang ini adalah partai ulangan babak final Liga 2. Saat itu kami kalah [2-3]. Sekarang kami harus lebih waspada karena Persebaya sudah banyak berubah. Mereka banyak mendatangkan pemain dari Persipura seperti Ferinando Pahabol, Ruben Sanadi, Nelson Alom, dan beberapa pemain asing seperti Robertino Pugliara dan Otavio Dutra,” kata Djanur dalam jumpa pers di Hotel Alana, Jumat (2/2/2018).

Djanur tidak sungkan memuji skuat Persebaya Surabaya besutan Angel Alfredo Vera. Persebaya lolos ke babak delapan besar setelah menumbangkan tim kuat Madura United di babak penyisihan grup Piala Presiden 2018.

“Tim raksasa dari Liga 1, Madura United, sudah mereka taklukkan. Kami harus bekerja lebih keras lagi. Kami akan memberi perlawanan kuat. Kami juga sudah berbenah dengan merekrut beberapa pemain asing. Pertandingan nanti sudah pasti akan berjalan ketat. Insya Allah, kami lah yang akan jadi pemenang,” ujar Djanur.

Beberapa pemain asing yang bisa diturunkan PSMS Medan saat menghadapi Persebaya itu adalah Samuel Nainggolan (Australia), David Mawutor (Tarjikistan), Sadney Urikhob (Namibia), Wilfried Yessoh (Pantai Gading) dan Reinaldo Lobo (Brasil). Persebaya Surabaya sendiri bakal mendapat dukungan penuh dari Bonek Mania yang sudah tiba di Solo sejak Kamis (1/2/2018) kemarin.

“Kami sudah biasa mengatasi tekanan suporter dari kubu tamu. Terbukti, kami bisa mengalahkan Persib yang mendapatkan dukungan penuh dari Bobotoh. Persebaya dan PSMS sama-sama tim promosi [Liga 1]. Teman-teman sangat berambisi untuk membalas kekalahan di final Liga 2. Kuncinya, kami harus kerja keras, fokus dan tampil maksimal,” jelas kapten PSMS Medan, Legimin Raharjo.

Di kubu Persebaya, pelatih Angel Alfredo Vera yang pernah membesut Mutiara Hitam pada 2016 lalu, mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi PSMS Medan. Pelatih asal Argentina itu memprediksi pertandingan antara Persebaya melawan PSMS Medan bakal berlangsung seru.

“Mungkin hampir sama dengan pertandingan di babak final Liga 2 lalu. Saat itu kedua tim sama-sama tampil bagus. Bedanya, sekarang kita bawa banyak pemain baru, mereka juga demikian. Robertino perlu saya kasih menit bermain lebih banyak. Dia perlu adaptasi dengan tim barunya,” ucap Alfredo.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…