Polda Jateng menggelar rakor pengamanan Piala Presiden di Mapolresta Solo, Jumat (2/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Polda Jateng menggelar rakor pengamanan Piala Presiden di Mapolresta Solo, Jumat (2/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Jumat, 2 Februari 2018 21:17 WIB M Ismail/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Antisipasi Rusuh Suporter di Solo, Ini Rute Yang Harus Dilalui Bonek & Aremania

Babak delapan besar Piala Presiden 2018 digelar di Stadion Manahan Solo.

Solopos.com, SOLO — Polda Jateng melakukan pemetaan jalur kedatangan suporter peserta delapan besar Piala Presiden yang berlangsung di Stadion Manahan, Sabu-Minggu (3-4/2/208).

Untuk suporter Persebaya yakni Bonek masuk ke Solo melalui rute Surabaya-Sidoharjo-Sragen. Sementara suporter Arema yakni Aremania masuk ke Solo melewati Ponorogo-Wonogiri-Sukoharjo.

“Kami memberikan pantauan khusus terhadap suporter Bonek dan Aremania karena keduanya rawan gesekan,” ujar Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono seusai rapat koordinasi (Rakor) pengamanan delapan besar Piala Presiden di aula Mapolresta Solo, Jumat (2/2/208) sore.

Rakor tersebut diwakili Kaur Bin Ops Polda Jateng, Polda Jabar, Polda Metro Jaya, dan Polda Jatim. Selain itu, Kapolres/kapolresta di Soloraya juga ikut dalam rakor ini.

Kapolda menjelaskan polisi memisahkan rute yang dilewati suporter Aremania dan Bonek sebagai langkah antisipasi gesekan antar suporter.

Setiap jalan dilewati suporter, lanjut dia, akan dijaga ketat anggota polisi dan TNI. Petugas juga diminta memantau pergerakan kedatangan dan pemulangan suporter. Petugas akan menindak tegas suporter yang melakukan kerusuhan di jalan hingga di dalam stadion.

“Kami mengerahkan sebanyak 2.800 personel untuk mengamankan delapan besar Piala Presiden,” kata dia.

Ia menambahkan suporter peserta delapan besar sudah mulai berdatangan di Solo pada Jumat siang. Polisi akan menyediakan tenda untuk tempat peristirahatan suporter.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…