Seorang petani sedang memanen padinya di sebuah sawah di Desa Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Seorang petani sedang memanen padinya di sebuah sawah di Desa Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 2 Februari 2018 20:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Petani DIY Minta Kulonprogo Serius Tangani Regenerasi Petani

Petani DIY berharap Pemerintah Kabupaten Kulonprogo serius tangani persoalan pertanian

Solopos.com, KULONPROGO —  Dewan Pimpinan Wilayah Mitra Tani dan Nelayan Indonesia (Petani) DIY berharap Pemerintah Kabupaten Kulonprogo serius tangani persoalan pertanian.

Hal itu diungkapkan karena di Kulonprogo masih mempunyai potensi yang besar untuk menggarap pertanian untuk mengembalikan kedaulatan pangan. Terlebih masalah pokok terkait tidak adanya regenerasi petani akan menjadi bom waktu untuk masalah pertanian di Indonesia di masa mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DIY, Asti Irwandiyah saat berjumpa dengan Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo Kamis (1/2/2018). Menurutnya masalah paling mendesak di Kulonprogo ialah terkait regenerasi petani.

Bagaimana petani Indonesia, bahkan Kulonprogo tidak mengalami perkembangan. Dimana untuk seluruh indonesia membutuhkan setidaknya 15 juta petani muda yang melek teknologi dan berdikasi tinggi.

“Masalah regenerasi juga menjadi permasalahan, makanya Petani juga membuka sekolah Petani Muda,” jelasnya.

Menurut Asti, hal tersebut harus segera dilakukan, mengingat potensi Kulonprogo yang mempunyai sawah yang masih banyak dan bisa digunakan oleh petani petani muda yang berdedikasi tadi. Dimana menurut Asty langkah selanjutnya yang harus dilakukan segenap petani dengan bantuan Pemkab Kulonprogo ialah menginventarisasikan hasil tani dan kemampuan tani di Kulonprogo.

Asty mencontohkan salah satunya desa yaitu, Desa Banyuroto, Nanggulan dengan yang sedang mengerjakan program pertanian berkelanjutan yang memproduksi dan menjual hasil panennya sendiri.

“Kami ingin membentuk jaringan petani yang kuat dan bersinergi. Ada Sekolah Petani Muda Darllo’s Academy, sekarang ada 86 siswa dari berbagai umur,yang peduli dengan dunia pertanian menuju kedaulatan pangan, ” kata Asti Irwandiyah kepada Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo.

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyampaikan terimakasih kepada Petani karena mau menjadi teman petani sekaligus mitra Pemkab Kulonprogo dalam membangun Kulonprogo khususnya di sektor pertanian.

Dengan adanya audensi ini, Sutedjo berharap ke depannya Kulonprogo dapat mandiri tidak hanya dalam sektor pertanian, namun pada sektor lainnya. Selanjutnya Sutedjo mengarahkan agar Petani segera menunjuk dinas terkait segera menjalin komunikasi dan melakukan program yang membangun kemandirian.

“Kami bersyukur dapat tambahan teman. Mari kita bangun kemitraan. Kita kembangkan yang aplikatif saja, silahkan koordinasi dengan dinas setelah ini,” katanya.

Sutedjo menambahkan bahwa semangat Petani sebenarnya tidak jauh beda dengan semangat Pemkab Kulonprogo, yaitu semangat mandiri dengan jargon Bela Beli Kulonprogo. Dimana dengan mengasilkan produk dan membeli produk asli Kulonprogo akan menghidupi Kulonprogo sendiri.

“Karena kita juga menggelorakan spirit kemandirian ekonomi, ketahanan, kedaulatan pangan dengan Bela Beli Kulonprogo. Saya kira kita mempunyai tujuan sama,” kata Sutedjo.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…