Anak-anak pengungsi Afghanistan yang tinggal di permukiman kumuh di Islamabad, Pakistan. (JIBI/Reuters/Caren Firouz) Anak-anak pengungsi Afghanistan yang tinggal di permukiman kumuh di Islamabad, Pakistan. (JIBI/Reuters/Caren Firouz)
Jumat, 2 Februari 2018 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Pengungsi Afghanistan Terancam Dideportasi dari Pakistan

Pengungsi Afghanistan terancam dideportasi dari Pakistan karena masa tinggal yang hampir habis.

Solopos.com, ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan memperpanjang izin tinggal bagi pengungsi Afghanistan di negara mereka selama 60 hari. Waktu ini lebih pendek dari yang pernah diperkirakan sebelumnya. Saat ini, jutaan pengungsi Afghanistan di Pakistan harus bersiap dipulangkan ke negara mereka yang dilanda krisis berkepanjangan.

“Pemerintah memberikan perpanjangan izin bagi pengungsi yang memiliki kartu identitas untuk tinggal di Pakistan selama 60 hari ke depan,” demikian pengumuman yang disampaikan pemerintah Pakistan seperti dilansir Reuters, Kamis (1/2/2018).

Saat ini, ada sekitar 2,5 juta warga Afghanistan yang mengungsi di Pakistan. Sejumlah pengungsi bahkan telah menetap di Pakistan sejak invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979 silam. Mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman karena situasi di Afghanistan yang tidak aman.

Beruntung, selama ini pemerintah Pakistan memberikan izin tinggal kepada pengungsi Afghanistan. Mereka diberikan kartu izin tinggal sementara yang bisa diperpanjang setiap tahun. Namun, baru-baru ini pemerintah Pakistan memutuskan hanya memperpanjang izin tinggal legal untuk para pengungsi Afghanistan selama satu bulan pada awal 2018, yang artinya berakhir pada 31 Januari 2018.

Keputusan yang telah diumumkan sejak awal Januari 2018 ini diambil lantaran pemerintah Pakistan merasa terbebani dengan keberadaan pengungsi Afghanistan. Kesulitan ekonomi menjadi salah satu alasan bagi mereka enggan memperpanjang izin tinggal para pengungsi.

“Kami tidak bisa lagi menerima keberadaan pengungsi Afghanistan. Kondisi ekonomi semakin sulit, jadi kami tidak bisa memperpanjang izin tinggal mereka di sini,” kata Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi.

Menurut kabar yang beredar, pemerintah Pakistan telah meminta bantuan dari Amerika Serikat agar proses pemulangan pengungsi ke Afghanistan berjalan lancar. Namun, pengungsi Afghanistan bersikeras menetap di Pakistan. Mereka meyakini tidak ada ancaman yang mengharuskan mereka keluar dari negara itu dalam waktu dekat. Mereka merasa sedang menjadi alat untuk mengatasi perselisihan di antara kedua negara.

Beberapa waktu belakangan, hubungan diplomatik antara Pakistan dan Afghanistan disebut tengah memanas. Pemerintah kedua negara saling menuding melindungi kelompok teroris berbahaya. Saat ini, pemerintah Afghanistan tengah berupaya mengembalikan warganya yang mengungsi ke berbagai negara, termasuk Pakiskan. Namun, keterbatasan sumber daya membuat mereka mengalami kesulitan menyelesaikan masalah ini.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…