Spanduk peringatan penutupan pendakian Merbabu terpasang di jalur pendakian Selo, Boyolali di samping Kantor Resor Selo BTNG Merbabu, Kamis (1/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Spanduk peringatan penutupan pendakian Merbabu terpasang di jalur pendakian Selo, Boyolali di samping Kantor Resor Selo BTNG Merbabu, Kamis (1/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 2 Februari 2018 10:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Pendaki Nekat Naik ke Puncak Merbabu via Boyolali akan Dipaksa Turun dan Dihukum

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Boyolali akan ditutup selama Februari.

Solopos.com, BOYOLALI — Pendaki gunung yang nekat naik ke puncak Merbabu via Boyolali selama masa penutupan 1-28 Februari 2018 akan dipaksa turun. Selain itu, mereka juga akan dikenai sanksi ikut bersih gunung.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Edy Sutiyarto saat ditemui wartawan di resor Selo BTNG Merbabu, Kamis (2/1/2018). “Saya rasa para pencinta alam sudah mengetahui tentang penutupan pendakian ke Merbabu pada semua jalur karena sudah kami informasikan jauh-jauh hari melalui media dan sukarelawan. Tapi jika ada yang nekat dan ketahuan naik, di mana pun posisinya akan kami suruh turun,” tegasnya didampingi Kasubbag TU BTNG Merbabu Johan Setiawan.

Baca:

Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Selama Sebulan

Ratusan Pendaki Berbondong-Bondong Naik ke Merbabu sebelum Ditutup

Menurutnya, sanksi tersebut merupakan sanksi sosial agar pendaki benar-benar memahami tujuan penutupan pendakian yakni untuk pemulihan ekosistem di kawasan TNG Merbabu.

Sementara itu, pada masa penutupan pendakian ini BNTG Merbabu akan melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya pemeliharaan jalur dan bersih gunung. Terkait hal tersebut, BNTG Merbabu mengumpulkan para sukarelawan pengelola basecamp di jalur Selo untuk mengikuti pembekalan.

“Sukarelawan ini kami kumpulkan untuk menguatkan kebersamaan sekaligus diberi sosialisasi serta pembekalan patroli, dan kegiatan selama penutupan,” imbuh Edy.

Sosialisasi ini dilakukan tak hanya di Selo, tetapi juga di Ampel, Wekas, Wonolelo, dan Kopeng. Di setiap tempat itu BNTG Merbabu memberikan bantuan perlengkapan seperti sepatu, kaus, topi, dan ransel agar para sukarelawan lebih bersemangat dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, selama Februari 2018, pendakian ke gunung Merbabu akan dilarang di seluruh jalur pendakian TNG Merbabu selama bulan tersebut. Hal itu dilakukan untuk pemulihan ekosistem di kawasan TNG Merbabu.

Keputusan penutupan jalur pendakian Merbabu ini tertuang dalam surat edaran Balai Taman Nasional (BTNG) Merbabu nomor 03/T.35/TU/MANF/01/2018 yang ditandatangani Kepala Balai, Edy Sutiyarto pada 5 Januari 2018.

Penutupan tersebut meliputi lima jalur yang ada, meliputi jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Magelang, jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan, Semarang, jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Semarang, dan jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Magelang.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…