Peresmian prototipe sistem pengolahan air menggunakan tenaga surya di dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Kamis (1/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Peresmian prototipe sistem pengolahan air menggunakan tenaga surya di dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Kamis (1/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Jumat, 2 Februari 2018 17:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pemuda Pemudi Gunungkidul Diharapkan Masuk Perguruan Tinggi, Menristekdikti Siap Bantu Biayanya

Mentri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir harapkan masyarakat Gunungkidul menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL--Mentri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir harapkan masyarakat Gunungkidul menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Putra-putri lulus SMA tidak punya uang tetapi berprestasi bisa masuk kami biayai. Nanti yang akan masuk perguruan tinggi akan dibantu UGM, UNY, UPN bisa dibantu,” ujarnya dalam acara peresmian prototipe sistem pengelolahan air menggunakan tenaga surya, Kamis (1/2/2018).

Dia mengatakan kementerian akan membantu permasalahan pendidikan itu. Sehingga nantinya warga semakin pintar dan nantinya dapat mensejahterakan masyarakat lagi.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan saat ini memang masih minim warga Gunungkidul yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Angka melanjutkan hanya sekitar 30%-40% dari kisaran 8.000 lulusan SMA setiap tahunnya. Kebanyakan memang anak-anak Gunungkidul lebih memilih di SMK sehingga harapannya langsung melanjutkan ke dunia pekerjaan,” ujarnya.

Dia mengatakan banyak ada beberapa faktor yang mempengaruhi itu. Pertama permasalahan ekonomi, namun hal itu bukan satu-satunya. Bahron mengatakan kemauan dari anak sendiri masih kurang. Beberapa yang melanjutkan ke perguruan tinggi dikatakan Bahron beberapa juga bekerja dahulu baru kuliah.

Menurut Bahron padahal saat ini lebih mudah, walaupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) belum ada anggaran beasiswa perguruan tinggi namun menurutnya adanya bantuan beasiswa dari pusat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi cukup membantu.

Saat ini juga sekitar 13% anak lulusan SMP tidak melanjutkan pendidikan ke SMA juga. Dia berharap nantinya tingkat pendidikan di Gunungkidul semakin meningkat.

Sehingga nantinya untuk mewujudkan visi misi Bupati pengembangan wisata, generasi muda dapat memberikan sumbangsih lebih dalam inovasi, pemasaran, maupun yang lainnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…