Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Kemdikbud.go.id) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Kemdikbud.go.id)
Jumat, 2 Februari 2018 07:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Merindu Guru Bangsa, Haul Gus Dur Digelar di DIY

Acara ini untuk meneladani nilai dan perjuangan Gus Dur

Solopos.com, JOGJA-Acara puncak Sewindu Haul Gus Dur di DIY akan digelar di Universitas Sanata Dharma, Senin (5/2/2018). Akan ada dua agenda besar pada acara hasil kerja sama dengan 63 lembaga ini.

Rifa’i Muhammad, Ketua Acara Sewindu Haul Gus Dur Yogyakarta menjelaskan, acara pertama dimulai dengan pembukaan pameran foto secara simbolik oleh putri Gus Dur, Alissa Wahid, di Galeri Gejayan Universitas Sanata Dharma, pukul 16.00 WIB. “Pameran foto akan dibuka dari 5 Februari hingga 11 Februari 2018 mendatang,” ujar dia dalam rilis yang diterima Solopos.com, Kamis (1/2/2018).

Pameran foto yang bekerja sama dengan Jurusan Fotografi Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengambil tema Membingkai Gus Dur, Membingkai Indonesia. Tema tersebut turunan dari tema besar haul Gus Dur tahun ini yaitu Menjadi Gus Dur, Menjadi Indonesia. Tujuan dari pameran ini adalah untuk memperkenalkan warisan nilai, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur pada masyarakat umum melalui medium visual berupa foto.

“Ada sembilan fotografer dalam pameran ini yang telah mengambil objek yang berkaitan dengan nilai, pemikiran, dan perjuangan yang masih senapas dalam kehidupan Gus Dur dalam bingkai human intererst,” papar dia.

Acara kedua akan digelar di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma pukul 18.00 WIB, dilanjutkan dengan acara Ziarah Budaya. Acara ini dibalut dengan seni yang menampilkan berbagai tarian dari beragam kebudayaan, pembacaan puisi, menyanyi, hingga stand up comedy.

Ziarah Budaya menghadirkan berbagai tokoh lintas agama seperti Buya Syafi’i Ma’arif, Elga J Sarapung, Ahmad Saifudin Mutaqi, Cucu  Rohyana, Sr Maryati, I. Wayan Sumerta, Banthe Badrapalo, dan perwakilan dari Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI). Akan hadir pula Prof Mahfud MD, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Glenn Fredly.

Ia menyebutkan, acara puncak Sewindu Haul Gus Dur di Yogyakarta adalah kesempatan untuk meneladani nilai dan perjuangan Gus Dur. Terutama tentang sembilan nilai utama Gus Dur yang merupakan representasi laku-hidup Gus Dur, yaitu ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, dan kearifan lokal akan kita kenang dan dijadikan teladan melalui media seni.

“Harapan kami melalui media seni, nilai-nilai tersebut lebih mudah tersebar ke berbagai kalangan, khususnya anak muda. Oleh sebab itu, acara pameran foto dan Ziarah Budaya besok akan dibuka untuk umum dengan harapan berbagai elemen masyarakat sipil dapat lebih mudah menerapkan nilai dan keteladanan Gus Dur, terutama dalam meneguhkan identitas keindonesiaan dalam merawat keberagaman,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…