Tim SAR dan PMI sedang melakukan evakuasi mayat korban tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Progo, bawah Jembatan Duwet, Dusun Salam, Desa Banjarharjo, Jumat (2/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Tim SAR dan PMI sedang melakukan evakuasi mayat korban tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Progo, bawah Jembatan Duwet, Dusun Salam, Desa Banjarharjo, Jumat (2/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 2 Februari 2018 22:26 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Mayat di Bawah Jembatan Duwet Kulonprogo Ternyata Warga Magelang

Aparat kepolisian meralat identitas korban.

Solopos.com, KULONPROGO–Jajaran kepolisian meralat identitas korban yang ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Duwet, Dusun Salam, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Jumat (2/2/2018).

Semula, berdasarkan identifikasi sidik jari mambis, disebutkan bahwa identitas korban bernama Cecep Wahyudin, asal Kampung Cibeuleh, Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Namun, aparat melakukan kroscek data ke alamat tersebut dan Polres Tasikmalaya, selanjutnya menemukan fakta bahwa warga atas nama Cecep Wahyudin masih hidup.

Dari hasil kroscek itu, aparat kembali melakukan pencocokan sidik jari secara manual dan pengecekan ulang. Dari sana diketahui, nama korban adalah Sudiyono, laki-laki berusia 38 tahun, warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah.

“Dari laporan sementara petugas di lapangan, keluarga mengaku bahwa kerabat dengan nama Sudiyono itu meninggalkan rumah dan sudah dua hari belum pulang. Malam ini pihak keluarga ke RSUD Wates untuk memastikan identitas korban,”  kata dia.

Baca juga : Sesosok Mayat Ditemukan di Bawah Jembatan Duwet Kali Progo, Ini Identitasnya

Disinggung perihal akurasi data mambis, ia menjelaskan bahwa data mambis tidak bisa dipastikan akurat 100%. Ketika aparat mengambil contoh sidik jari korban dan mencocokannya dengan mambis, bisa keluar sekitar 10 hingga 20 nama orang yang berasal dari database kependudukan.  Hanya saja, persentase kecocokan data mambis dengan validitas identitas korban berbeda-beda. Persoalan lain yang muncul adalah ada sidik jari korban yang tidak terbaca 100%.

“Kalau keluar hasil 100% berarti A1 [dipastikan kebenarannya atau validitas data],” terangnya.

Kapolsek Kalibawang, Kompol Endang Suprapto membenarkan bahwa, berdasarkan pengecekan kali kedua, untuk sementara diketahui identitas korban bernama Sudiyono. Jajaran kepolisian juga sudah memberitahu keberadaan mayat tersebut dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju RSUD Wates untuk mengkonfirmasikan kecocokan identitasnya. (Uli Febriarni)

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…