Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat salah satu gerbong kereta produksi PT Inka Madiun, Kamis (18/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat salah satu gerbong kereta produksi PT Inka Madiun, Kamis (18/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 2 Februari 2018 07:00 WIB Dewi A. Zuhriyah/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Luhut Sebut Ekspor Indonesia Kalah Bersaing dari Vietnam, Sindir Siapa?

Luhut Pandjaitan menyebut ekspor Indonesia masih kalah bersaing bahkan dibandingkan Vietnam.

Solopos.com, JAKARTA — Kemampuan sumber daya manusia Indonesia yang belum mampu untuk mengelola potensi negara dengan baik menjadi salah satu alasan mengapa ekspor dan investasi Indonesia masih kalah saing dibandingkan dengan negara tetangga.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan selama ini, investasi dan ekspor Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Malaysia, hingga Vietnam.

“Karena Indonesia tidak mengemas potensi dengan baik. Indonesia juga tidak tahu apa yang dijual,” kata Luhut dalam rapat koordinasi penyusunan RKA Kemenhub 2019, Kamis (1/2/2018).

Luhut mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa kesempatan terus mengomentari kinerja ekspor dan investasi yang masih kalah dari negara lain.

“Presiden ngomel, ekspor belum bagus, investasi kalah. Itu karena belum package Indonesia tidak bagus. Orang tidak tahu apa yang mesti dilakukan di Indonesia.”

Padahal, imbuhnya, Indonesia banyak memiliki potensi untuk menarik investor masuk ke dalamnya. Luhut mencontohkan saat dirinya menghadiri pertemuan di Davos, dia mempromosikan Indonesia memiliki sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sangat bagus. Seperti pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek.

“Saya jelaskan itu, ternyata sangat diminati. Kita harus kenalkan proyek seperti ini, sehingga pendanaan kita tidak bertumpuk pada APBN.”

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…