Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Jumat, 2 Februari 2018 22:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Longsor, Jalan Pacitan-Ponorogo Sempat Ditutup Total

Longsor membuat jalan Pacitan-Ponorogo KM 27 tertutup material longsoran.

Solopos.com, PACITAN — Longsor kembali terjadi dan menutup jalan Pacitan-Ponorogo, tepatnya di KM 27, di Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jumat (2/2/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Material longsor sempat membuat jalan utama tersebut tidak dapat dilalui pengguna jalan.

Hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Pacitan pada Jumat siang hingga sore. Hujan yang terus mengguyur membuat tebing setinggi 20 meter dan lebar 10 meter di jalan Pacitan-Ponorogo, Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, longsor.

Komandan Kodim Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, mengatakan kondisi tanah di tebing tersebut labil dan tidak mampu menahan debit air dan terjadilah longsor. Material longsor kemudian menutup jalan selama dua jam.

“Arus lalu lintas di jalan tersebut sempat mengalami kemacetan sepanjang sekitar 1 km karena kendaraan tidak bisa melewati jalan itu,” kata Aris.

Setelah terjadi longsor, petugas dari Koramil Tegalombo, Polsek Tegalombo, dan Satgas Linmas melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi longsor. Petugas lapangan juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mendatangan alat berat ke lokasi kejadian.

Petugas bersama warga melaksanakan pembersihan menggunakan alat seadanya dengan memotong kayu yang berada di tengah jalan supaya bisa dilalui kendaraan sambil menunggu alat berat datang. “Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan sistem buka tutup,” ujar dia.

Jalan dari Pacitan ke Ponorogo membentang di perbukitan dengan tanah yang labil sehingga rawan longsor. Pengguna jalan yang melewati jalan tersebut diminta waspada dan hati-hati karena kondisi jalan licin.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…