Sam Allardyce (JIBI/Reuters/Carl Recine)
Jumat, 2 Februari 2018 21:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

LIGA INGGRIS
Jelang Laga ke-500, Sam Allardyce Hadapi Kutukan

Liga Inggris diwarnai dengan Sam Allardyce yang di ambang laga ke-500.

Solopos.com, LONDON — Pertandingan di markas Arsenal, Minggu (4/2/2018) pukul 00.30 WIB akan menjadi laga spesial bagi Bos Everton, Sam Allardyce.

Pria yang akrab disapa Big Sam itu akan melakoni  laga ke-500 dalam karier manajerialnya di Liga Premier. Allardyce bakal tercatat sebagai pelatih kelima yang mampu menggapai 500 pertandingan dalam sejarah Liga Premier Inggris, setelah Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, Harry Redknapp, dan David Moyes.

Allardyce harus berhati-hati. Sebab, selama ini hanya Wenger yang mampu meraih kemenangan pada laga ke-500 dalam karier manajerialnya.  Redknapp hanya meraih hasil imbang. Sementara Ferguson dan Moyes menelan kekalahan.

Celakanya, rekor Everton dalam lima kunjungan terbaru ke Emirates sangat buruk. The Toffess, julukan Everton, selalu menelan kekalahan dalam lima lawatan teranyar mereka ke markas Arsenal tersebut.

Allardyce mengandalkan tiga pemain barunya untuk melawan kutukan laga ke-500 tersebut, sekaligus mengakhiri rentetan hasil buruk Everton di Emitares. Pada transfer Januari 2018 lalu, pelatih berusia 63 tahun tersebut menggaet penyerang Theo Walcott dan Cenk Tosun, plus bek Manchester City, Eliaquim Mangala.

Posisi pemain yang direkrut Allardyce variatif. Setelah mendapatkan Walcott dari Arsenal dan Tosun dari Besiktas untuk lini depan, mantan pelatih West Ham United tersebut menggaet Mangala tepat pada deadline day transfer musim dingin.

“Eliaquim menambah kekuatan dan memperkuat pertahanan kami. Secara natural, dia bermain dengan kaki kiri, kami tidak punya pemain yang secara natural bermain dengan kaki kirinya di tim saat ini,” jelas Allardyce, seperti dilansir Liverpoolecho.co.uk, Jumat (2/2/2018).

“Michael Kaeane tidak buruk dengan kaki kirinya, Yannick Nolasie juga bagus, namun mereka secara natural tidak bermain dengan kaki kiri. Mangala secara alami bermain dengan kaki kiri sehingga dia akan memberi keseimbangan di sisi kiri pertahanan kami,” sambungnya.

Sementara Manajer Arsenal, Arsene Wenger, merekrut dua pemain baru, Pierre-Emerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan, pada Januari 218 lalu. Sayang, kedua-duanya bertipe pemain ofensif. Wenger kecewa karena dirinya gagal menambah amunisi di bagian belakang.

Padahal pertahanan Arsenal kerap menjadi sorotan, termasuk ketika menela kekalahan 1-3 di markas Swansea City, tengah pekan ini. “Pertahanan kami tidak cukup bagus,” ujar Wenger, dilansir Dailymail.co.uk.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…