CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi. (Instagram-@yoyok_sukawi) CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi. (Instagram-@yoyok_sukawi)
Jumat, 2 Februari 2018 06:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

LIGA 1
Stadion Moch. Soebroto Tak Lolos Verifikasi, PSIS Tunggu Surat Resmi

Liga 1 diwarnai dengan tak lolosnya kandang PSIS Semarang, Stadion Moch Soebroto, pada verifikasi PT LIB.

Solopos.com, SEMARANG – PSIS Semarang telah memutuskan menggunakan Stadion Moch. Soebroto di Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng) sebagai kandang selama mengarungi Liga 1 musim 2018. Hal itu tak lain karena Stadion Jatidiri di Kota Semarang sedang direnovasi sehingga tak bisa digunakan menggelar pertandingan.

Namun sayangnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku penyelenggara Liga 1, menyatakan Stadion Moch. Soebroto menjadi salah satu stadion dari tiga stadion yang tak lolos verifikasi untuk menggelar Liga 1. Hal itu diungkapkan langsung COO PT LIB Tigorshalom Boboy, Kamis (1/2/2018).

Menanggapi hal itu, CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi menyatakan belum menerima surat resmi dari PT LIB. “Kita belum dapat surat resminya [dari PT LIB], mas,” jawab Yoyok menanggapi pertanyaan Semarangpos.com melalui layanan perpesanan Whatsapp, Kamis (1/2/2018) malam.

[Baca juga Kandang 3 Tim Tak Lolos Verifikasi]

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi E DPRD Jateng itu menyatakan manajemen PSIS Semarang akan melakukan tindak lanjut jika sudah menerima surat resmi dari PT LIB. “Artinya kita belum bisa memberikan tanggapan, kita tunggu rilis resminya saja,” jelas Yoyok.

Seperti dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, COO PT LIB Tigorshalom Boboy menyatakan Stadion Moch. Soebroto sebagai kandang PSIS Semarang di Liga 1 dianggap tak layak. Sayangnya, Tigor tak menjelaskan secara terperinci penyebab tak layaknya Stadion Moch. Soebroto Magelang untuk menggelar Liga 1. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Aglomerasi Industri Manufaktur di Sukoharjo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (25/01/2018). Esai ini karya Tri Karjono, anggota staf ahli Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah karjono@bps.go.id. Solopos.com, SOLO–Aglomerasi industri manufaktur pada suatu wilayah akan memberi dampak yang signifikan terhadap…