Bandara Adisutjipto (JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya)
Jumat, 2 Februari 2018 15:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini 3 Alasan Tertinggi Orang Datang ke Jogja Naik Pesawat

Daya tarik Jogja sebagai kota wisata telah mendorong pertumbuhan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara

Solopos.com, JOGJA-Daya tarik Jogja sebagai kota wisata telah mendorong pertumbuhan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara di Bandara Internasional Adisutjipto.

Selain banyak dikunjungi wisatawan, sebagian besar penumpang yang datang ke Jogja didominasi oleh keluarga dan perjalanan dinas, baik dari korporasi maupun pemerintahan.

General Manager PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengungkapkan berdasarkan data survei Customer Satisfaction Index yang dilakukan oleh INACA, selama lima tahun terakhir jumlah pengguna moda transportasi angkutan udara dengan daerah tujuan DIY menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan survei tersebut juga diketahui kunjungan keluarga, dinas dan wisata menjadi tiga besar tujuan perjalanan penumpang di Bandara Internasional Adisutjipto.

“Predikat sebagai kota pelajar dan kota budaya menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke kota ini,” ujar Pandu, Kamis (1/2/2018).

Data jumlah penumpang yang dirangkum PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto sejak 2012 terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pandu memaparkan pada 2012, jumlah penumpang yang ada di bandara ini hanya 4,9 juta orang dan pada 2013 meningkat jadi 5,7 juta orang.

Jumlah penumpang terus tumbuh, pada 2014 tercatat mencapai 6,2 juta orang dan pada 2015 naik tipis sekitar 6,3 juta orang. Pandu menambahkan pada 2016, jumlah penumpang naik tajam mencapai angka 7,2 juta orang dan pada 2017 lali tercatat jumlah penumpang di bandara ini mencapai 7,6 juta orang.

“Arus keluar masuk warga baik pendatang maupun warga lokal memang lebih dinamis dibanding dengan kota lain. Ini terlihat setiap pembukaan jalur atau rute baru, selalu diminati calon penumpang,” papar Pandu.

Sebagai kota pelajar, kata Pandu, Jogja selama ini menjadi sumber ilmu tak hanya kalangan usia sekolah, tetapi juga para pejabat dan pengampu kepentingan. Berbagai kegiatan studi banding hingga kunjungan atau pertemuan kedinasan seringkali diselenggarakan di kota ini.

Hal itu berdampak pada trafik perjalanan dinas yang ada di Bandara Internasional Adisutjipto. Banyaknya mahasiswa dan pelajar dari luar DIY yang menetap untuk belajar, juga secara tidak langsung turut mengundang keluarga mereka berkunjung ke Jogja.

“Jogja memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, sehingga banyak yang sengaja datang untuk berlibur,” imbuh Pandu.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…