Deretan tenda pedagang kaki lima (PKL) berdiri di Jl Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (22/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Galih Pradipta)
Jumat, 2 Februari 2018 17:39 WIB Feni Freycinetia/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Habis Demo, Sopir Angkot Tanah Abang Gabung OK-Otrip

Para sopir angkot Tanah Abang sepakat bergabung dengan program OK-Otrip.

Solopos.com, JAKARTA — Demo dan aksi mogok sopir angkot Tanah Abang akhirnya berakhir dengan sebuah kesepakatan. Setelah melalui diskusi panjang, perwakilan sopir angkot dan Pemprov DKI Jakarta sepakat bahwa angkot bergabung dengan program OK-Otrip.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan para sopir angkot setuju untuk bergabung dalam program OK-Otrip. “Alhamdulillah, kami menyepakati lembaran baru di Tanah Abang. Ada tiga kesepakatan yang terjadi. Pertama, perwakilan angkot berkomitmen mendukung dan akan mempercepat implementasi program OK-Otrip,” katanya saat konferensi pers Balai Kota DKI, Jumat (2/2/2018).

Kesepakatan kedua, penetapan skema OK-Otrip antara Dinas Perhubungan DKI dengan perwakilan pemilik dan sopir angkot akan dikebut dalam waktu satu bulan terhitung sejak keputusan ini dibuat. Nantinya, operasional angkot atau bus kecil akan diatur bersanding dengan moda transportasi Transjakarta Tanah Abang Explorer.

Saat ini armada Transjakarta Tanah Abang Explorer tidak beroperasi sampai ada keputusan yang terjadi antara pemerintah dan pemilik angkot. Beroperasinya Tanah Abang Explorer dan penutupan Jl. Jatibaru diprotes sopir angkot.

Ketiga, Sandi juga menuturkan modal kerja yang ditanggung koperasi angkutan umum untuk mengikuti program OK-Otrip akan dibahas dalam waktu dekat.

“Intinya, kami ingin kesejahteraan dan keadilan bagi semua sopir angkot bisa kembali normal. Kemarin pedagang kecil sudah diberikan ruang, sekarang saatnya keadilan kepada sopiur angkot,” ucap Sandi.

Sebelumnya, perwakilan para sopir Tanah Abang berdemo di Balai Kota, Rabu (31/1/2018). Mereka menuntut Jl Jatibaru, Tanah Abang, dibuka kembali. Penutupan jalan untuk pedagang kaki lima (PKL) tersebut membuat pendapatan para sopir JP03, M08, M09, M09A, dan M11 merosot hingga 50%.

Namun setelah ditemui Sandiaga, sopir belum mendapatkan solusi. Perwakilan sopir akan datang dan berdikusi kembali dengan Kadishub DKI di Balai Kota pada Jumat ini sampai mendapatkan solusi.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…