Ilustrasi gudang beras milik Bulog.(JIBI/Solopos/Antara/Basri Marzuki) Ilustrasi gudang beras milik Bulog.(JIBI/Solopos/Antara/Basri Marzuki)
Jumat, 2 Februari 2018 16:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

EKONOMI MAKRO
Beras Masih Dominan Sumbang Inflasi Kota Solo

Beras dominasi inflasi Kota Solo.

Solopos.com, SOLO—Komoditas beras masih menduduki peringkat pertama penyumbang inflasi Kota Solo, Januari 2017.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, sepanjang Januari 2017 Kota Solo mengalami inflasi 0,55%. Harga beras mengalami kenaikan rata-rata 7,68% dengan andil inflasi 0,38%. Andil inflasi beras paling dominan, disusul tarif rumah sakit, cabe rawit, daging ayam ras, dan cabe merah. (baca: Inflasi Jateng Tinggi, Harga Beras Pemicunya…)

“Inflasi 0,55% ini memang masih lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi Bank Indonesia. Namun angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,16%, bahkan dibandingkan Desember 1,1%,” kata Kepala BPS Solo, R.Bagus Rahmat Susanto, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (1/2/2018).

Seperti diketahui, Pemkot Solo, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Badan Urusan Logistik (Bulog) telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi awal tahun ini.

Mereka menggelar operasi pasar (OP) beras dan pasar murah komoditas strategis. Terakhir, OP dan pasar murah digelar dua hari berturut-turut, Senin-Selasa (29-30/1/2018), di sejumlah pasar tradisional.

Untuk menekan harga beras, Bulog terus menambah pasokan. OP di lima pasar tradisional di Kota Solo, sudah menggelontorkan sekitar 40 ton beras.

Menurut Staf Analisa Harga Pasar Bulog Solo, Agus Purwantoro, OP beras khususnya beras medium akan terus dilakukan sampai harga terkoreksi sampai Rp9.450/kilogram, atau sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Sekarang itu harganya berkisar Rp10.000/kilogram bahkan ada yang di atas itu. Sama juga beras premium, saat ini harganya masih Rp13.000/kg. Kami akan upayakan dengan terus menambah pasokan agar harganya kembali normal sesuai HET, Rp12.800/kg,” papar Agus.

Untuk daging ayam ras dan cabai, Pemkot Solo sedianya juga sudah memberikan subsidi melalui pedagang, dengan nilai subsidi Rp3.000 per kilogram. Namun demikian, kedua komoditas itu juga masuk dalam daftar penyumbang utama inflasi Solo.

Di sisi lain, harga cabai rawit naik 28,02% dengan sumbangan inflasi sebesar 0,075%. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga rata-rata 4,63% dan andil inflasinya 0,051%, sedangkan cabai merah naik harga 20,16% dengan sumbangan inflasi 0,04%.

Selain komoditas strategis, tarif rumah sakit yang selalu ada penyesuaian setiap awal tahun juga memberikan sumbangan inflasi yang cukup dominan.

“Rata-rata tarif rumah sakit di Solo awal tahun ini naik 8,68%, sumbangan inflasinya 0,2%. Tren ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, setiap awal tahun pasti ada kenaikan tarif rumah sakit,” imbuh Bagus.

 

Tren Inflasi Solo

Januari 2017 1,16%

Desember 2017 1,10%

Januari 2018 0,55%

Inflasi yoy 2,49%

10 komoditas utama penyumbang inflasi

komoditas kenaikan harga sumbangan inflasi

beras 7,69% 0,38%

tarif rumah sakit 8,68% 0,20%

cabe rawit 28,02% 0,0755%

daging ayam ras 4,63% 0,0513%

Cabe merah 20,16% 0,0484%

bensin 0,74% 0,0264%

rokok kretek filter 1,26% 0,0254%

anggur 26,10% 0,0233%

cabai hijau 18,00% 0,0187%

melon 31,12% 0,0185%

Sumber : BPS Solo. (haw)

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…