Warga melintas di dekat baliho publikasi pengajian akbar bersama KH Ahmad Mustofa Bisro atau Gus Mus yang terpasang di dekat Alun-Alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, Kamis (1/2/2018). (Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS) Warga melintas di dekat baliho publikasi pengajian akbar bersama KH Ahmad Mustofa Bisro atau Gus Mus yang terpasang di dekat Alun-Alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, Kamis (1/2/2018). (Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 2 Februari 2018 12:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS Wonogiri Share :

Catat Tanggalnya! Gus Mus Isi Pengajian di Wonogiri

Gus Mus bakal mengisi pengajian di Wonogiri, Selasa (6/2/2018).

Solopos.com, WONOGIRI—Panitia Hari Besar Indonesia (PHBI) Wonogiri menggelar pengajian akbar dengan menghadirkan kiai karismatik, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Alun-Alun Giri Krida Bakti, Selasa (6/2/2018) pukul 19.30 WIB mendatang.

Sekretaris PHBI Wonogiri, Hidayat Maskur, menyampaikan pengajian akbar tersebut digelar bukan untuk memperingati momen tertentu. Kegiatan digelar pada tanggal tersebut menyesuaikan agenda Gus Mus. (baca: HUT PEMKAB WONOGIRI : Cak Nun: Jangan Saling Mencela)

Menurutnya, PHBI memilih Gus Mus karena sang kiai selalu menyampaikan perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu sejalan dengan tema yang diangkat, Sesarengan Mbangun Wonogiri, Mari Kita Tebarkan Kedamaian.

“Beliau itu kiai karismatik yang selalu mengajak pada kedamaian. Kami merasa terhormat dapat mendatangkan beliau,” kata Hidayat yang juga Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri, kepada Solopos.com, Kamis (1/2/2018).

Dia melanjutkan publikasi dilakukan sejak beberapa hari lalu. Warga terlihat antusias menyambut kedatangan Gus Mus. Menurutnya, banyak warga yang menanyakan langsung kepada Hidayat untuk memastikan kebenaran informasi akan digelarnya pengajian akbar bersama pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu.

Mereka seperti tak percaya Wonogiri bisa mendatangkan Gus Mus yang menjadi panutan masyarakat selama ini.

“Setelah saya jawab informasi itu benar, mereka menyampaikan bakal datang bersama keluarga dan jemaah lainnya,” imbuh Hidayat.

Tempat pengajian nantinya menggunakan tenda dan kursi. Panitia akan menyiapkan 3.000 kursi di lokasi utama, yakni alun-alun. Namun, diyakini jumlah jemaah akan melebihi kursi yang disediakan.

Pihaknya memperkirakan jemaah yang bakal datang bisa lebih dari 5.000 orang. Oleh karena itu panitia menyiapkan empat layar proyektor untuk menyiarkan pengajian.

Layar akan ditempatkan di lokasi yang memungkinkan digunakan untuk jemaah, seperti ruas jalan sekeliling alun-alun, Jl Pemuda II, dan halaman Sekretariat Daerah (Setda).

Warga Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Bintoro, 41, menyatakan akan berupaya menghadiri pengajian akbar Selasa pekan depan. Dia tak ingin melewatkan kesempatan mendengarkan tausiah Gus Mus. Dia mengaku menyukai sosok Gus Mus karena selalu menyampaikan pesan perdamaian.

“Sosok seperti Gus Mus itu yang sekarang ini dibutuhkan di negeri ini,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…