Warga bergotong royong membersihkan material longsor dan memotong pohon tumbang yang mengenai tembok rumah Tugiman, warga Padukuhan Alasgede RT 08, Dusun Kaligatuk, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Jumat (2/2/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Warga bergotong royong membersihkan material longsor dan memotong pohon tumbang yang mengenai tembok rumah Tugiman, warga Padukuhan Alasgede RT 08, Dusun Kaligatuk, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Jumat (2/2/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 2 Februari 2018 13:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

BENCANA BANTUL
3 Rumah di Piyungan Terancam Longsor Susulan

Bencana Bantul terjadi berupa tanah longsor di Piyungan, sebanyak 3 rumah terancam longsor susulan

Solopos.com, BANTUL—Akibat hujan deras yang turun pada Kamis (1/2/2018) malam, tak hanya rumah Tugiman saja yang terancam longsor susulan.

Baca juga : BENCANA BANTUL : Bukit 20 Meter Longsor Menimpa Rumah Tugiman

Namun juga dua rumah yang berada di dekat bukit setinggi 20 meter di Padukuhan Alasgede RT 08, Dusun Kaligatuk, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan tersebut.

Pasalnya menurut anggota FPRB Srimulyo, Suko AB, ketiga rumah tersebut berada sangat dekat dengan bukit. Bahkan beberapa bagian tembok rumah menempel pada punggung bukit. Apalagi Suko menjelaskan bukit tersebut tersusun dari material tanah dan padas.

Sehingga saat hujan terus menerus turun, tanah gembur akan terkikis sedikit demi sedikit. “Kalau tanah gembur habis, sisanya material padas. Tentu bahaya kalau longsor,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Selain itu, Suko juga mengkhawatirkan pohon-pohon Sonokeling yang berukuran besar di atas bukit. Pasalnya hingga kini pemiliknya belum mengizinkan pepohonan tersebut ditebang.

Padahal jika tidak ditebang, pohon bisa membebani tanah yang sudah makin rawan ambles. Bahkan menurutnya pepohonan berukuran besar tersebut bisa membahayakan rumah di bawahnya jika longsor susulan kembali terjadi.

Sementara itu, Tugiman dan kedua anggota keluarganya yakni Siti dan Keysa telah bersiap untuk mengungsi. Menurut Tugiman, saat hujan kembali turun, ia telah siap untuk mengungsi ke rumah orang tuanya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. “Sekitar 10 meter. Tapi lumayan aman,” ujarnya.

Sebagai mana diketahui, seminggu sebelumnya dua rumah di Padukuhan Duwet Gentong, Dusun Watu Wayang, Desa Srimulyo juga terdampak longsor dari bukit setinggi 100 meter.

Akibatnya dua KK yakni Ngadinem dan Ngadimin terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan saudara mereka. Tak hanya mengungsi, rumah Ngadimin juga dibongkar karena longsor sudah sangat membahayakan.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…