Rekahan tanah di pelatatan rumah Riyadi, Kamis (1/2/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja) Rekahan tanah di pelatatan rumah Riyadi, Kamis (1/2/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 2 Februari 2018 17:20 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Awas, Jalan di Imogiri Ini Banyak Rekahan Tanah

Jalan di tepian Sungai Oya di Dusun Sompok RT 06, Sriharjo, Imogiri memprihatinkan

Solopos.com, BANTUL– Jalan di tepian Sungai Oya di Dusun Sompok RT 06, Sriharjo, Imogiri memprihatinkan. Pasalnya akibat hujan deras beberapa hari lalu, terjadi penurunan tanah yang menyebabkan banyak rekahan di jalan dan di pondasi pekarangan warga.

Ngatiman, warga RT 06 Dusun Sompok, mengatakan terus terjadi penurunan tanah sejak lima hari terakhir. Menurut Ngatiman, hal tersebut terjadi karena selama lima hari terjadi hujan lebat.

“Warga menduga di bawah jalan ini tanahnya itu tanah lumpur, jadi tidak kokoh, belum lagi aliran dari mata air gunung di bawah jalan ini juga membuat tanah terus bergerak turun,” kata Ngatiman, Kamis (1/2/2018).

Menurut Ngatiman, perkembangan rekahan jalan baik itu horizontal maupun vertikal sangat cepat. Bahkan dia tidak sempat melihat rekahan kecil di jalan tersebut. Namun tiba-tiba pada Rabu (31/1/2018) malam saat hujan deras, terlihat rekahan horizontal dan vertikal di jalan.

Menurut Ngatiman, rekahan jalan ada di sepanjang ruas jalan kira-kira 6 meter. Dia mengatakan rekahan jalan dan penurunan tanah berada di radius 150 meter sebelum talud Sungai Oya yang ambrol di Dusun Wunut.

Ngatiman menambahkan, rekahan jalan menjalar pada pondasi-pondasi pekarangan warga yang baru saja dibangun setahun yang lalu. Akibatnya warga terpaksa memindah pos ronda yang lantainya retak. Kandang sapi milik Seno, warga Sompok, terpaksa dipindah ke dataran yang lebih tinggi.

Ngatiman pun mengukur kedalaman rekahan dengan tangannya, hasilnya, rekahan tersebut rata-rata sedalam tiga jengkal orang dewasa atau rata-rata 40 sentimeter.

Atas kondisi tersebut, Ngatiman mengatakan apabila dalam waktu satu bulan tidak ada penanganan dari pemerintah dikhawatirkan mereka terpaksa mengungsi. “Ya kalau dibiarkan begini terus selama sebulan lah, kami khawatir akan habis [jalannya],” kata Ngatiman.

Seorang warga Dusun Sompok lainnya, Riyadi, mengatakan rekahan juga akan membahayakan tiang-tiang listrik yang berdiri di pekarangan rumah warga.

Pasalnya ada rekahan yang terbelah tepat di depan tiang listrik. “Kami khawatir tiang listrik ini akan roboh sewaktu-waktu karena rekahan tanah, khawatir juga akan menimpa pengguna jalan yang lewat,” kata Riyadi.

Baik Riyadi maupun Ngatiman mengatakan belum ada bantuan atau penanganan dari Dinas terkait. Namun pada Rabu (31/1/2018) malam, ada petugas dari BBWSO yang meninjau rekahan jalan dan rekahan di pondasi pemukiman.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan penanganan akan dilakukan oleh BBWSO. Terkait bantuan, BPBD sedang menunggu dana bantuan dari BPNB Jakarta turun. Beberapa hari yang lalu, dia sudah mengajukan dana bantuan kepada BPNB Jakarta. “Tinggal menunggu dana turun,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…