Mekanisme penyaluran bantuan pangan nontunai untuk warga miskin Sukoharjo. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos) Mekanisme penyaluran bantuan pangan nontunai untuk warga miskin Sukoharjo. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 21:41 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Warga Miskin Gunungkidul Bulan Ini Belum Bisa Terima Bantuan Pangan

Proses validasi data masih berlangsung.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan bagi warga tidak mampu alias miskin di Gunungkidul sepertinya akan molor dari jadwal yang telah ditentukan. Hal itu disebabkan karena hingga saat ini masih berlangsung proses validasi penerima bantuan.

Seharusnya, jika mengacu pada jadwal pelaksanaan bantuan di Gunungkidul dilakukan mulai Februari. Namun memasuki awal bulan ini belum ada tanda-tanda akan terlaksana.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Iriyanti mengatakan, BNPT akan diberikan kepada 88.267 keluarga. Rencananya setiap bulannya keluarga penerima manfaat mendapat jatah sebesar Rp110.000 untuk ditukarkan beras dan telur di gerai rumah pangan kita atau agen pangan yang telah menjalin kerja sama dalam penyaluran bantuan.

“Jatah ini [uang Rp110.000] akan masuk ke rekening penerima manfaat yang nantinya digunakan untuk mengambil bantuan,” kata Siwi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/2/2018).

Menurut dia, untuk pelaksanaan program seharusnya dilakukan mulai Februari. Namun, sambung Siwi, pihaknya masih menunggu arahan dari Pusat terkait dengan pelaksanaan. “Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut. Sedang saat ini juga masih berlangsung persiapan untuk pelaksanaan program,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi ini menambahkan persiapan yang dilakukan selain menyiapkan berbagai fasilitas pelaksaan progam, juga sedang melakukan validasi data penerima manfaat. Proses pencocokan data bertujuan agar penerima bantuan tepat sasaran. “Ini [validasi] juga berfungsi untuk mengetahui apakah ada penerima yang sudah meninggal atau dobel. Jika ada temuan seperti itu, maka kuota yang ada bisa dipindahkan ke warga lain yang membutuhkan,” katanya lagi.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesra, Setda Gunungkidul Suyono. Menurut dia, proses verifikasi data penerima manfaat masih berlangsung. Selain itu, Bank Mandiri selaku bank yang ditunjuk pemerintah sebagai pelaksana program juga masih melakukan verifikasi terhadap agen pangan yang jadi penyalur bantuan. “Ya kalau melihat dalam tahapan ini, maka kemungkinan besar program belum bisa dimulai tepat waktu,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…