Peserta kirab membawa gunungan dan poster nama-nama pasar tradisional pada pembukaan Solo Great Sale 2018 di Perempatan Ngarsopuro, Solo, Minggu (28/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Peserta kirab membawa gunungan dan poster nama-nama pasar tradisional pada pembukaan Solo Great Sale 2018 di Perempatan Ngarsopuro, Solo, Minggu (28/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 12:00 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

SOLO GREAT SALE 2018
Aneka Lomba Diadakan untuk Dongkrak Transaksi Nontunai Selama SGS

Sejumlah lomba diadakan selama pelaksanaan Solo Great Sale 2018.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah lomba diadakan untuk memeriahkan ajang pesta diskon Solo Great Sale (SGS) 2018 yang berlangsung 1-28 Februari 2018. Lomba digelar salah satunya untuk mendorong antusias masyarakat menjalankan transaksi nontunai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan pihaknya mendukung adanya penilaian untuk transaksi nontunai pada pelaksanaan SGS tahun ini.

Sebab menurutnya hal itu bisa menambah daya tarik bagi masyarakat untuk menjalankan transaksi nontunai, meskipun di pasar tradisional. Dia mengatakan pembayaran nontunai merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Nontunai (GNNT).

“Sejak pencanangan program tersebut maka BI terus menggiatkan penggunaan instrumen pembayaran nontunai melalui program Less Cash Society. Program itu berupaya mengurangi penggunaan uang tunai,” kata dia, belum lama ini.

Dia mengatakan Kantor Perwakilan BI Solo bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, panitia SGS dan kalangan perbankan akan menggelar lomba untuk pasar tradisional selama pelaksanaan SGS tahun ini. Lomba tersebut di antaranya lomba transaksi nontunai, lomba kepala pasar dalam mendorong transaksi nontunai, lomba kepala pasar mencakup pengelolaan pasar dan lomba pasar terheboh.

“Ini untuk merangsang masyarakat untuk menjalankan transaksi nontunai. Selain itu untuk mendorong kepala pasar berperan aktif dalam mensosialisasikan transaksi nontunai dan pengelolaan pasarnya. Baik masalah kebersihan, kerapian, daya saing maupun kenyamanan, agar pasar tradisional tidak kalah dari pasar modern,” kata dia.

Sementara itu Ketua II SGS 2018, David R. Wijaya, mengatakan berdasarkan data sementara, transaksi nontunai dapat ditemukan di sejumlah peserta SGS di 9 sampai 10 pasar tradisional.

Sebagian besar pasar yang menjalankan transaksi nontunai adalah pasar kelas I dan II. Meskipun ada juga peserta dari kelas III yang menjalankan transaksi nontunai. “Untuk data pastinya saat ini masih berlangsung pendataannya,” terang dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…